Indonesia mengalokasikan 87.000 hektar untuk konservasi orangutan
Liga335 daftar – Indonesia menyisihkan 87.000 hektar untuk konservasi orangutan
Berita terkait: 3 ekor orangutan dilepasliarkan ke alam liar di Hutan Lindung Kutai Timur
Jakarta (ANTARA) – Menteri Kehutanan Indonesia Raja Juli Antoni telah menyiapkan kawasan konservasi seluas 87.000 hektar di Kalimantan Timur untuk memperkuat perlindungan habitat orangutan, salah satu spesies endemik negara ini.
Proses ini sudah berjalan. Memang memakan waktu lama, tetapi kawasan konservasi yang diusulkan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini mencakup 87.000 hektar,” kata Antoni dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta pada Senin.
Ia mengatakan kementerian akan segera menerbitkan surat dukungan untuk inisiatif konservasi orangutan tersebut, yang telah dikembangkan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian juga sedang mempersiapkan keputusan menteri untuk membentuk Kelompok Kerja Konservasi Orangutan Terpadu di Lanskap Keraitan. Menurut Antoni, inisiatif konservasi ini telah melalui proses yang panjang dan kini memasuki tahap administratif akhir.
“Kami kini berada di tahap akhir. Saya akan menerbitkan surat dukungan untuk upaya konservasi orangutan dan perlindungan habitat yang diusulkan oleh Conservation Action Network (CAN). Proses ini diharapkan selesai dalam satu atau dua hari ke depan,” ujarnya.
Menteri tersebut mengatakan bahwa pembentukan kawasan konservasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat perlindungan habitat orangutan melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi konservasi, dan perusahaan-perusahaan yang memegang izin usaha di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kawasan konservasi tersebut akan berfungsi sebagai koridor satwa liar yang menghubungkan habitat-habitat orangutan yang terfragmentasi di seluruh Lanskap Keraitan. “”Dengan menetapkan kawasan konservasi yang diusulkan oleh rekan-rekan kami, kami akan dapat menyelamatkan lebih banyak lagi orangutan, termasuk individu-individu muda,” kata Antoni.
Ia menambahkan bahwa ia akan memantau secara ketat pelaksanaan kawasan konservasi tersebut bersama dengan Conservation Action Network (CAN) di lapangan. Menurut Antoni, CAN telah menginformasikan “Kementerian tersebut menyatakan bahwa semua perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan konservasi yang diusulkan telah berkomitmen untuk mendukung inisiatif tersebut dan telah menandatangani perjanjian bersama.” “Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan habitat dan mempercepat upaya penyelamatan orangutan yang terdampak oleh hilangnya habitat,” katanya.