BPDP mendukung kemitraan baru antara Indonesia dan Rusia di sektor kelapa sawit
Liga335 daftar – BPDP mendukung kemitraan baru Indonesia-Rusia di sektor kelapa sawit
Berita terkait: Indonesia mempromosikan bioenergi kelapa sawit di Rusia
Berita terkait: Presiden memerintahkan koperasi untuk masuk ke rantai bisnis kelapa sawit
Jakarta (ANTARA) – Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDP) telah menyatakan dukungannya untuk memperkuat kemitraan di sektor kelapa sawit antara Indonesia dan Rusia.Kemitraan yang diperkuat ini terwujud melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Minyak Sawit Indonesia (Gapki) dengan Serikat Lemak dan Minyak Rusia serta Asosiasi Perusahaan Industri Lemak dan Minyak Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) di Kedutaan Besar Indonesia di Moskow.Direktur Bidang Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menyatakan dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada hari Selasa bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting untuk memperluas jaringan kemitraan internasional dan membuka peluang pasar yang lebih besar bagi minyak kelapa sawit Indonesia.
“BPDP menyambut baik kerja sama ini sebagai upaya untuk memperkuat posisi industri kelapa sawit Indonesia di pasar global,” kata Siagian. Kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan mitra Rusia diharapkan dapat meningkatkan pertukaran informasi, memperkuat promosi, serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.Sebelumnya, sebuah Nota Kesepahaman (MoU) telah ditandatangani oleh Ketua Gapki Eddy Martono dan perwakilan organisasi industri minyak dan lemak Rusia.
Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Pangihutan Siagian serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares.MoU tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama, termasuk pertukaran informasi, promosi perdagangan, pengembangan kapasitas, penyusunan standar industri, serta perluasan akses pasar bagi produk minyak kelapa sawit Indonesia di Rusia dan negara-negara anggota EAEU. “Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi “Kerja sama antara para pelaku industri kelapa sawit Indonesia dan mitra-mitra di Rusia serta kawasan Eurasia,” kata Siagian.
Kesepahaman ini diharapkan dapat semakin membuka peluang untuk meningkatkan perdagangan, termasuk untuk komoditas kelapa sawit dan produk turunannya.BPDP juga berpartisipasi sebagai peserta pameran bersama dalam Pameran Industri Internasional (INNOPROM) 2026 di Yekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli.Langkah-langkah yang diambil BPDP, baik penandatanganan MoU maupun partisipasi dalam INNOPROM 2026, merupakan bagian dari strategi untuk memperluas jaringan kemitraan global, memperkuat diplomasi ekonomi, dan membuka peluang pasar baru bagi produk minyak sawit Indonesia yang berkelanjutan.
Sementara itu, Duta Besar Tavares menyampaikan harapannya agar MoU tersebut dapat diimplementasikan secara efektif, memberikan manfaat bagi semua pihak, serta berkontribusi pada peningkatan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Rusia serta negara-negara anggota EAEU. Tavares juga menegaskan kembali komitmen kedutaan untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat hubungan ekonomi antara antara kedua negara tersebut.