Indonesia mendorong kemitraan D-8 untuk memperluas ekonomi halal
Taruhan bola – Indonesia dorong kemitraan D-8 untuk memperluas ekonomi halal
Berita terkait: Indonesia tandatangani perjanjian kerja sama industri halal dengan Kirgistan
Berita terkait: Indonesia mempromosikan pariwisata halal di International Islamic Expo 2026
Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa partisipasi aktif Indonesia dalam organisasi Developing Eight (D-8) bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi timbal balik antara negara ini dan negara-negara mitranya.”Platform ini memberikan peluang yang sangat baik untuk memperkuat kerja sama antara negara-negara Muslim serta mempromosikan produk halal Indonesia kepada negara-negara mitra secara timbal balik,” kata Purbaya di sela-sela acara D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Jakarta, Rabu.Menteri tersebut menggambarkan pameran D-8 HEI 2026 sebagai langkah awal dalam upaya bersama blok tersebut untuk memperkuat ekonomi syariah dan industri halal, baik di dalam masing-masing negara anggota maupun dalam skala global.
Sebagai contoh konkret dari potensi kerja sama Selanjutnya, Purbaya menyoroti pengembangan gelatin halal sebagai prioritas utama untuk menggantikan alternatif non-halal yang saat ini banyak digunakan. Ia mendesak negara-negara anggota D-8 untuk berinvestasi bersama dalam memperluas infrastruktur manufaktur. Di luar perdagangan produk, ia menekankan bahwa investasi timbal balik harus menjadi landasan arsitektur ekonomi aliansi di masa depan.
““Kami akan terus meningkatkan kerja sama dengan D-8, termasuk mengundang investor mereka dan mengirimkan investor kami ke sana,” tambah Purbaya. Upaya untuk mempererat integrasi ekonomi ini sejalan dengan target perdagangan internal D-8 yang ambisius, yaitu mencapai US$500 miliar pada tahun 2030.Menurut pernyataan sebelumnya dari Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Anis Matta, perdagangan intra-blok saat ini berkisar antara US$150 miliar dan US$160 miliar, bahkan setelah menyambut Azerbaijan sebagai negara anggota terbaru pada tahun 2025.
Untuk menjembatani kesenjangan ini, Indonesia mendorong pendekatan ekonomi yang saling melengkapi guna memaksimalkan efisiensi perdagangan di antara para anggota.Pameran D-8 HEI 2026, yang berlangsung dari Tanggal 8 hingga 12 Juli 2026 akan menjadi ajang utama bagi ambisi-ambisi diplomatik dan komersial ini. Acara yang berlangsung selama lima hari ini menampilkan pameran perdagangan tingkat tinggi, fasilitas penjodohan bisnis B2B khusus, diskusi panel kebijakan, serta pertunjukan budaya internasional yang dirancang untuk memfasilitasi perjanjian perdagangan dan kemitraan investasi.