Indonesia membutuhkan pengembangan klaster komputasi untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan

Indonesia membutuhkan pengembangan klaster komputasi untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan

Indonesia membutuhkan pengembangan klaster komputasi untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan

Liga335 daftar – Indonesia Membutuhkan Pengembangan Kluster Komputasi untuk Meningkatkan Kemampuan AI
Berita terkait: Indonesia Prioritaskan Tenaga Ahli AI untuk Mewujudkan Visi Emas 2045
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Digital telah menekankan pentingnya mengembangkan kluster komputasi nasional sebagai pendorong utama daya saing Indonesia di industri kecerdasan buatan (AI).Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Indonesia harus melampaui status sekadar pengguna teknologi dengan memperluas kapasitas komputasinya dan memperkuat kumpulan talenta digitalnya. “Kita membutuhkan dua strategi penting.

Yang pertama adalah memperkuat posisi kita dalam pengembangan infrastruktur AI. Yang kedua adalah memperkuat posisi kita dalam kluster komputasi, termasuk meningkatkan ketersediaan talenta digital Indonesia agar kita dapat bersaing secara lebih efektif di kancah global,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa. Patria mengatakan bahwa kebutuhan akan kluster komputasi semakin mendesak karena AI modern sangat bergantung pada data berskala besar- meningkatkan daya komputasi.

Infrastruktur semacam itu akan mendukung pengembangan model AI, penelitian, inovasi, serta penciptaan beragam solusi AI buatan dalam negeri. Menurutnya, perluasan kapasitas komputasi harus dibarengi dengan pengembangan ekosistem nasional yang kuat guna memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi asing, tetapi juga pemain utama dalam industri AI global. ““Kita harus menjadi pemain penting yang turut membentuk arah adopsi teknologi AI di Indonesia,” tegas Patria.

Namun, ia mengatakan bahwa keberhasilan Indonesia tidak hanya akan diukur dari volume investasi yang berhasil ditarik, tetapi juga dari kemampuannya dalam membangun ekosistem AI yang terintegrasi yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, badan usaha milik negara (BUMN), masyarakat, dan para inovator dalam negeri.Ia mencatat bahwa pengembangan AI telah ditetapkan sebagai prioritas strategis dalam Visi Digital Indonesia 2045. Pengembangan AI diharapkan dapat mencapai tiga tujuan utama, yaitu mendorong inklusivitas “Teknologi AI, memberdayakan ekosistem nasional, dan memperkuat kedaulatan digital Indonesia.”

“Kami tidak ingin sekadar menjadi pasar atau pengguna. Kami ingin mengamankan posisi strategis dalam rantai nilai industri AI global,” ujarnya. Patria menambahkan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, termasuk mineral kritis yang melimpah yang dibutuhkan oleh industri AI, sumber daya energi untuk mendukung infrastruktur digital, serta bonus demografi yang akan menyediakan cadangan talenta digital di masa depan.

Ia juga memperingatkan bahwa pengembangan AI telah berkembang melampaui sekadar isu teknologi dan telah menjadi elemen kunci dalam persaingan geopolitik global. Akibatnya, Indonesia harus memperkuat kapabilitas nasionalnya untuk menghadapi perubahan global sambil memanfaatkan peluang-peluang yang muncul, katanya.