Prabowo optimis Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia

Prabowo optimis Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia

Prabowo optimis Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia

Taruhan bola – Prabowo Optimis Indonesia Akan Menjadi Lumbung Pangan Dunia
Berita terkait: Pemerintah Memodernisasi Pertanian Papua untuk Memperkuat Ketahanan Pangan
Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimismenya bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi “lumbung pangan dunia,” seiring dengan peningkatan produksi pertanian nasional yang stabil yang mulai membuka peluang ekspor ke berbagai negara.Berbicara pada peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada hari Jumat, Presiden Prabowo menyoroti kemajuan signifikan negara ini di sektor pangan, yang beralih dari ketergantungan pada impor menuju ekspor komoditas pangan. “Saya yakin bahwa kita akan menjadi lumbung pangan dunia.

Kita telah beralih dari terus-menerus mengimpor, mengimpor, dan mengimpor, menjadi kini mulai mengekspor pangan ke negara-negara lain,” kata presiden dalam siaran nasional. Prabowo mencatat bahwa kapasitas produksi dalam negeri Indonesia yang terus meningkat telah menarik perhatian beberapa negara asing yang mencari pasokan komoditas pertanian strategis. komoditas pertanian.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah negara, termasuk negara-negara dengan ekonomi besar di kawasan ini, telah secara resmi meminta Indonesia untuk memasok bahan-bahan pertanian seperti pupuk urea guna memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka. “Kami kini dimintai bantuan oleh berbagai negara, bahkan Australia, yang meminta kami menjual urea kepada mereka. Brasil, Filipina, dan India juga (meminta) hal yang sama,” kata Presiden Prabowo.

Perkembangan ini menunjukkan pengaruh Indonesia yang semakin meluas dalam rantai pasokan pangan global, yang merupakan hasil dari penguatan ketahanan pangan dalam negeri dan peningkatan produktivitas pertanian, ujarnya. Prabowo menekankan bahwa pemerintah akan terus memprioritaskan program-program percepatan pertanian untuk mempertahankan swasembada pangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok pangan internasional. ““Indonesia kini menunjukkan, tanpa banyak gembar-gembor, bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan terus bangkit,” tambah presiden.

Data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan bahwa u Tren kenaikan produksi beras nasional sepanjang paruh pertama tahun 2026, yang telah memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas harga pangan nasional. Bapanas mencatat bahwa total penyerapan beras padi dari petani lokal di dalam negeri mencapai 3,3 juta ton selama paruh pertama tahun 2026.Pada kuartal pertama tahun 2026 saja, produksi beras nasional mencapai 9,63 juta ton dibandingkan dengan permintaan konsumsi sebesar 7,76 juta ton, sehingga menghasilkan surplus sekitar 1,86 juta ton.

Dari surplus kuartal pertama tersebut, Badan Logistik Negara (Bulog) menyerap beras mentah setara dengan 1,46 juta ton beras, sehingga tersisa sekitar 400.800 ton yang tersedia bagi pelaku usaha swasta untuk mengisi kembali persediaan komersial mereka.Dari Januari hingga Juni 2026, total produksi beras nasional diperkirakan mencapai 19,27 juta ton, sementara permintaan konsumsi berada di angka sekitar 15,48 juta ton, sehingga menghasilkan surplus produksi bersih sebesar 3,79 juta ton.

Bapanas lebih lanjut mencatat bahwa total produksi beras nasional s Cadangan, yang mencakup CBP strategis, saat ini telah mencapai total sekitar lima juta ton.