4 Poin Penting dari Pidato Prabowo pada Peluncuran B50 di Indonesia
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto pada Kamis meluncurkan penerapan biodiesel B50 secara nasional di Indonesia, yaitu campuran bahan bakar yang mengandung 50 persen biodiesel berbahan dasar minyak kelapa sawit, dengan menyatakan bahwa Indonesia telah menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan tersebut di tingkat nasional.
Berbicara dalam upacara peluncuran di Area Istirahat KM 57 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Prabowo mengatakan bahwa program ini menandai langkah besar menuju kemandirian energi Indonesia.
“Dengan diluncurkannya program ini, Indonesia secara resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan biodiesel B50,” kata Prabowo pada 9 Juli.
Berikut ini adalah beberapa poin utama yang disampaikan oleh Prabowo selama peluncuran program biodiesel B50.
Warga Kaya Harus Membayar Harga Bahan Bakar Lebih Tinggi, Kata Prabowo
Selama acara tersebut, Prabowo menegaskan kembali bahwa subsidi bahan bakar harus tetap dilanjutkan untuk melindungi masyarakat Indonesia berpenghasilan rendah, sementara warga yang lebih kaya harus membayar harga pasar untuk bahan bakar non-subsidi.
Ia mengatakan bahwa Indonesia telah n mendapat pujian internasional karena berhasil mempertahankan harga BBM yang terjangkau bagi rumah tangga kurang mampu meskipun di tengah tantangan ekonomi global.
“Saya sendiri pun terkejut. Para tokoh dunia sedang mendiskusikan bagaimana Indonesia berhasil tidak panik dan tidak menaikkan harga BBM bagi masyarakat kelas bawah.
Kalau untuk orang kaya, itu bukan masalah,” kata Prabowo.
Presiden kemudian dengan bercanda menyapa beberapa tokoh bisnis terkemuka yang hadir dalam acara tersebut, termasuk Direktur Utama Adaro Energy Garibaldi “Boy” Thohir, eksekutif Indika Energy Arsjad Rasjid, dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
“Boy, kamu tidak masalah membayar harga yang lebih tinggi.
Arsjad, kalau kamu mampu membeli Lamborghini, kamu seharusnya bersedia membayar lebih, kan?” kata Prabowo, yang disambut tawa dari para hadirin.
Prabowo Mengungkap Penemuan Cadangan Emas Besar di Papua
Prabowo juga mengungkapkan bahwa ekspedisi ilmiah Indonesia baru-baru ini menemukan cadangan emas dan mineral yang signifikan di wilayah pegunungan Papua.
Menurutnya, ekspedisi tersebut melibatkan Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), beberapa universitas, serta dengan dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Saya baru saja menerima laporan, hanya beberapa jam yang lalu, dari ekspedisi ilmiah kami yang telah berlangsung selama dua atau tiga minggu di pegunungan Papua.
Tim dari BRIN, bersama dengan beberapa universitas dan dibantu oleh TNI, telah menemukan cadangan emas dan mineral yang sangat besar,” katanya.
Namun, Prabowo tidak memberikan rincian mengenai lokasi pasti penemuan tersebut, perkiraan ukuran cadangan, atau jenis mineral yang ditemukan selain emas.
Meski demikian, ia mengatakan temuan tersebut semakin memperkuat prospek ekonomi dan pertumbuhan masa depan Indonesia.
Prabowo: Banyak Negara Iri pada Indonesia
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyatakan bahwa banyak negara iri pada Indonesia dan berusaha merongrong kemajuannya.
“Dunia ini penuh dengan persaingan. Kami tidak pernah menyimpan niat buruk terhadap orang lain, tetapi banyak yang iri dan membenci kami “Mereka ingin melemahkan kita dan menjelek-jelekkan kita,” katanya.
Presiden menyoroti narasi-narasi yang beredar di media sosial, termasuk tagar “Dark Indonesia” dan klaim bahwa negara ini sedang menuju ketidakstabilan atau kehancuran.
Menurut Prabowo, beberapa narasi tersebut juga telah diperkuat di dalam negeri.
“Mereka mengharapkan kekacauan.
Bayangkan, orang Indonesia sendiri yang mengharapkan kekacauan,” katanya.
Prabowo Menolak Tuduhan Telah Menyesatkan Masyarakat
Prabowo juga membantah tuduhan bahwa pemerintahannya telah menyesatkan masyarakat, khususnya terkait klaim telah mencapai swasembada pangan.
Ia mengatakan banyak orang yang mengejek atau mempertanyakan pernyataan pemerintah bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun.
“Banyak orang yang menganggap diri mereka pintar mengejek kami, menghalangi kami, dan menuduh pemerintah berbohong kepada rakyat dengan mengatakan bahwa kami belum mencapai swasembada pangan,” katanya.
Presiden dengan tegas menolak tuduhan tersebut.
“Adalah dosa bagi sebuah pemerintah untuk t “Berbohong kepada rakyatnya. Merupakan pengkhianatan jika para pemimpin tidak setia kepada rakyatnya, dan merupakan tindakan pengkhianatan jika para pemimpin tidak mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintahan Prabowo yang terus menempatkan ketahanan pangan dan kemandirian energi sebagai prioritas utama dalam agenda ekonominya.