Mayat ditemukan di antara puing-puing pesawat Indonesia yang kehilangan kontak saat sedang terbang

Mayat ditemukan di antara puing-puing pesawat Indonesia yang kehilangan kontak saat sedang terbang

Mayat ditemukan di antara puing-puing pesawat Indonesia yang kehilangan kontak saat sedang terbang

Liga335 daftar – Sebuah jenazah telah ditemukan di antara puing-puing pesawat pengawas perikanan yang hilang di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Pihak berwenang Indonesia mengatakan jenazah salah satu dari 10 orang yang berada di dalam pesawat tersebut ditemukan pada hari Minggu di lereng gunung yang diselimuti kabut.
Pesawat turboprop ATR 42-500 milik grup penerbangan Indonesia Air Transport kehilangan kontak dengan pengawas lalu lintas udara pada Sabtu sekitar pukul 13.

30 waktu setempat di sekitar wilayah Maros, Sulawesi Selatan.
Tim Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (BASARNAS) Indonesia menemukan reruntuhan pesawat tersebut pada Minggu pagi. (AP: BASARNAS)
Ada tujuh awak pesawat dan tiga penumpang di dalam pesawat tersebut, yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia untuk melakukan pengawasan udara di bidang perikanan.

Para penumpang adalah pegawai kementerian.
Pihak berwenang awalnya mengatakan ada delapan awak pesawat di dalam pesawat, namun kemudian merevisi angka tersebut. Pesawat tersebut sedang terbang menuju Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, dari Yogyakarta sebelum kehilangan kontak.

Pada Minggu pagi, tim penyelamat setempat menemukan puing-puing pesawat di berbagai lokasi di sekitar Gunung Bulusaraung di wilayah Maros, kata Andi Sultan, seorang pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Sulawesi Selatan.
Gunung tersebut terletak sekitar 1.500 km di timur laut ibu kota negara kepulauan yang luas ini, Jakarta.

“Awak helikopter kami melihat puing-puing jendela pesawat pada pukul 07.46,” kata Sultan.
“Dan sekitar pukul 07.

49, kami menemukan bagian besar pesawat, yang diduga merupakan badan pesawat,” ujarnya.
Bagian ekor pesawat juga terlihat di dasar lereng gunung.
Personel tambahan akan dikerahkan untuk mencari penumpang lain yang masih hilang.

(AP: BASARNAS)
Tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi penemuan puing-puing tersebut, kata Sultan, sambil menambahkan bahwa pencarian terhambat oleh kabut tebal dan medan pegunungan.
Pada Minggu sore, tim penyelamat menemukan jenazah korban kecelakaan di sebuah jurang sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, kata Sultan. Status sembilan korban lainnya Jumlah penumpang yang ada di dalam pesawat belum diketahui.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Sulawesi Selatan, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa setelah menemukan puing-puing pesawat, prioritas utama adalah menemukan para korban dan 1.200 personel akan dikerahkan untuk mencari mereka yang hilang.

Penyebab kecelakaan belum ditentukan

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia, Soerjanto Tjahjono, mengatakan berdasarkan temuan awal lembaga tersebut, pesawat tersebut menabrak lereng gunung.
“Kami menyebut ini sebagai penerbangan terkendali ke medan. Pilot mampu mengendalikan pesawat dan kecelakaan tersebut tidak disengaja,” kata Soerjanto kepada media lokal di Makassar.

Penyidik belum menentukan penyebab kecelakaan tersebut, tambahnya.
Pesawat turboprop ATR 42-500 kehilangan kontak pada hari Sabtu. (AP: BASARNAS)
Para ahli penerbangan mengatakan sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor.

ATR 42-500, yang diproduksi oleh pabrikan pesawat Prancis-Italia ATR, adalah pesawat turboprop regional yang mampu mengangkut antara 42 hingga 50 penumpang.
Penerbangan Situs pelacakan Flightradar24 mengatakan di X bahwa pesawat pengintai tersebut terbang di atas laut pada ketinggian rendah sehingga jangkauan pelacakannya terbatas, dan sinyal terakhir diterima pada pukul 04.20 GMT sekitar 20 km di timur laut Bandara Makassar.

Ini merupakan kecelakaan fatal pertama yang melibatkan pesawat ATR 42 di Indonesia dalam lebih dari satu dekade.
Pada tahun 2015, pesawat ATR 42-300 milik Trigana Air Service menabrak lereng gunung di wilayah Papua, Indonesia, menewaskan seluruh 54 orang yang berada di dalamnya.