Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan akan mengembangkan pariwisata medis di Indonesia.
Liga335 – Pada tahun 2006, diperkirakan ada 350.000 warga Indonesia yang menjalani perawatan medis di luar negeri dengan total pengeluaran sebesar 500 juta dolar. Perhitungan terbaru memperkirakan bahwa ada sekitar 600.
000 warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri untuk perawatan medis dengan total pengeluaran sekitar 1,4 miliar dolar.
Salah satu sorotan dari Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata III yang berlangsung pada 26-27 September adalah penandatanganan MoU antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan untuk pengembangan pariwisata medis internasional.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara mengatakan bahwa pengembangan pariwisata medis dan kesehatan merupakan salah satu program unggulan pariwisata khusus.
“Pengembangan pariwisata medis di Indonesia memiliki potensi besar mengingat lokasi dan keunggulan Indonesia untuk pariwisata medis. Juga patut diperhatikan jumlah warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Ukus. Kerjasama antara kedua kementerian melibatkan kebijakan dan koordinasi serta harmonisasi program, peningkatan pariwisata medis, pengembangan, pendidikan bagi penduduk setempat yang tinggal di sekitar destinasi pariwisata medis, pertukaran informasi dan data.
“Ada juga bimbingan teknis terintegrasi, pemantauan, dan evaluasi,” tambah Ukus. Kementerian Pariwisata bertanggung jawab untuk menetapkan indikator standar untuk pariwisata medis, meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai tradisional, keaslian, keunikan, dan aksesibilitas, serta membentuk kemitraan antara perusahaan swasta di industri pariwisata dan fasilitas medis yang ditunjuk.
“Kementerian Pariwisata juga bertugas membentuk strategi pemasaran untuk produk dan layanan medis, mengidentifikasi dan mengusulkan beberapa produk unggulan untuk pariwisata medis yang akan dipatenkan sebagai kekayaan intelektual di Indonesia dan dunia,” kata Ukus.
Sementara itu, tanggung jawab Kementerian Kesehatan meliputi pembentukan dan sosialisasi kebijakan pariwisata medis, mendorong sektor swasta untuk membangun rumah sakit kelas atas. s dan fasilitas kesehatan tradisional. Baca juga: Seperlima kematian global terkait dengan pola makan: Studi Langkah selanjutnya bagi kedua kementerian adalah membentuk tim tugas gabungan bersama perwakilan rumah sakit, spa, dan asosiasi kesehatan lainnya.
Pada tahun 2006, diperkirakan ada 350.000 warga Indonesia yang menjalani perawatan medis di luar negeri dengan total pengeluaran sebesar 500 juta dolar. Perhitungan terbaru memperkirakan bahwa ada sekitar 600.
000 warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri untuk perawatan medis dengan total pengeluaran sekitar 1,4 miliar dolar. Sebagai perbandingan, negara seperti Thailand telah berhasil mengembangkan pariwisata medisnya dan menghasilkan 3,2 miliar dolar devisa pada tahun 2011.
Survei global yang dilakukan oleh McKinsey pada tahun 2008 tentang alasan mengapa konsumen memilih berobat ke luar negeri menunjukkan bahwa 40 persen di antaranya mencari teknologi medis tercanggih, 32 persen mencari perawatan yang lebih baik, 15 persen menginginkan layanan medis yang lebih cepat, dan hanya sembilan persen.
Sebagian besar orang mencari perawatan yang lebih murah. Di Indonesia, ketika berbicara tentang kesehatan dan kebugaran, negara ini paling terkenal dengan perawatan spa dan destinasi spa-nya. “Kesuksesan Bali sebagai destinasi spa terbaik di dunia belum didukung oleh prinsip-prinsip ilmiah di Indonesia dan belum dipatenkan secara internasional.
Perawatan kesehatan tradisional perlu dilestarikan dan didukung secara ilmiah agar dapat berkelanjutan dan mampu bersaing secara global,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo.
“Di Bali misalnya, destinasi ini telah lama dikenal karena pantainya yang indah, tetapi ternyata tempat ini juga memiliki banyak rumah sakit internasional, salah satunya adalah BIMC Hospital di Nusa Dua. Banyak turis asing merekomendasikan tempat ini bagi mereka yang sakit selama liburan di Bali,” tambah Arief.
Saat ini, rumah sakit tersebut terkenal karena perawatan bedah plastiknya, banyak turis Australia datang untuk melakukan bedah kosmetik di rumah sakit tersebut. “Sebagian besar dari mereka melakukan blepharoplasty, liposuction, dan pembesaran payudara saat berlibur,” kata Arief.