Kementerian berupaya meningkatkan kerja sama di bidang otomotif antara Indonesia dan Jepang
Liga335 daftar – Kementerian berupaya meningkatkan kerja sama otomotif antara Indonesia dan Jepang
Indonesia siap menerapkan kebijakan nol emisi sesuai dengan komitmen (pemerintah).
Berita terkait: Menteri mendukung UKM komponen otomotif untuk menjalin kerja sama dengan industri Jepang
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian berupaya memperkuat kerja sama antara pelaku industri otomotif Indonesia dan Jepang melalui Forum Bisnis Suku Cadang Otomotif di Nagoya, Jepang.”Sungguh luar biasa melihat begitu banyak perusahaan Indonesia dan Jepang berpartisipasi dalam acara ini, yang menunjukkan adanya minat yang besar terhadap peluang (bisnis otomotif),” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri forum tersebut, menurut siaran pers yang diterima di sini pada hari Selasa.
Industri kecil dan menengah (IKM) Indonesia memiliki potensi untuk memasok 4.500 dari 30 ribu jenis suku cadang otomotif yang berbeda, kata menteri tersebut. Namun, saat ini, IKM Indonesia hanya memasok sekitar 900 jenis suku cadang otomotif untuk suku cadang, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan pasokannya.
“Pemerintah berkomitmen untuk mempromosikan produk suku cadang otomotif dari IKM dan membantu mereka memainkan peran strategis dalam rantai pasok otomotif global,” kata menteri tersebut.Kualitas produk UKM Indonesia sangat baik karena mereka telah memperoleh berbagai sertifikasi internasional, seperti ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 18001, tambahnya.Industri otomotif telah tumbuh dengan baik sebesar 14,2 persen pada kuartal pertama tahun 2022, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen, katanya.
Industri otomotif dapat secara langsung menyerap hingga 38 ribu pekerja. Selain itu, sektor ini dapat menyerap tambahan 1,5 juta pekerja di sepanjang rantai nilainya. Indonesia berupaya menjadi pemain otomotif global serta pusat ekspor kendaraan berbahan bakar dan kendaraan listrik.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi semua pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk melalui i “Penerapan Industri 4.0,” kata Kartasasmita. Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan iklim bisnis yang kondusif dengan menyelaraskan peraturan-peraturan di sektor otomotif serta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, tambahnya.
““Indonesia siap menerapkan kebijakan nol emisi sesuai dengan komitmen pemerintah pada COP21 Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 serta komitmen pada COP26 Glasgow untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,” ujarnya.Beberapa peraturan telah diterbitkan untuk mempercepat pengurangan emisi dan menarik investasi di industri otomotif, seperti Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Listrik Bertenaga Baterai untuk Transportasi Darat serta Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Beroda EmpatRoda Bermotor dengan Emisi Karbon Rendah (LCEV).