Kecelakaan helikopter di Indonesia menewaskan 8 orang

Kecelakaan helikopter di Indonesia menewaskan 8 orang

Kecelakaan helikopter di Indonesia menewaskan 8 orang

Taruhan bola – JAKARTA, 17 April: Dua awak pesawat dan enam penumpang tewas saat sebuah helikopter swasta jatuh di hutan lebat di Pulau Kalimantan, Indonesia, demikian disampaikan Kementerian Perhubungan pada Jumat.
Helikopter Airbus milik perusahaan lokal Matthew Air Nusantara itu kehilangan kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara sekitar lima menit setelah lepas landas di Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis pagi.
Semua delapan orang di dalam helikopter adalah laki-laki dan salah satunya adalah warga negara Malaysia, kata Direktur Jenderal Penerbangan Sipil Lukman F.

Laisa dalam sebuah pernyataan.
Berita terkait Kecelakaan helikopter Manang Air: Enam jenazah ditemukan dari lokasi kecelakaan.
“Tim pencarian dan penyelamatan gabungan telah berhasil menemukan lokasi kecelakaan pesawat tersebut dan, berdasarkan informasi dari lapangan, semua penumpang dan awak pesawat telah dipastikan tewas,” katanya.

Tim penyelamat menemukan korban kecelakaan pada Kamis malam di kawasan hutan lebat dengan lereng curam, kata Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan I Made Junetra kepada AFP pada Jumat.
Jenazah-jenazah tersebut sedang diterbangkan ke ibu kota provinsi Pont ianak, tambah Made.
Indonesia, sebuah negara kepulauan yang luas di Asia Tenggara, sangat bergantung pada transportasi udara untuk menghubungkan ribuan pulau yang dimilikinya.

Negara ini memiliki catatan keselamatan penerbangan yang buruk, dengan beberapa kecelakaan fatal dalam beberapa tahun terakhir.
Sebuah pesawat turboprop yang disewa oleh Kementerian Perikanan menabrak gunung di Pulau Sulawesi pada Januari, menewaskan seluruh 10 orang di dalamnya.
Pada September tahun lalu, sebuah helikopter yang mengangkut enam penumpang dan dua awak jatuh di Provinsi Kalimantan Selatan, menewaskan seluruh penumpang dan awak.

Empat orang tewas kurang dari dua minggu kemudian ketika helikopter lain jatuh di distrik terpencil Ilaga, Papua.