Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang ekonomi kreatif
Liga335 – Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama di Bidang Ekonomi Kreatif
Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud, untuk membahas pengembangan ekonomi kreatif yang berlandaskan budaya dan inovasi.Selama pertemuan di Jakarta, Selasa, Harsya menyatakan bahwa Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan yang telah terjalin lama, yang tidak hanya didasarkan pada hubungan diplomatik, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang kuat, sejarah bersama, dan hubungan antarmasyarakat. “Hubungan antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi melampaui diplomasi formal, berakar pada nilai-nilai spiritual, sejarah bersama, dan persaudaraan yang telah terjalin lintas generasi,” kata menteri dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor strategis bagi kedua negara dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Indonesia, dengan 17 subsektornya, terus mengembangkan potensi budayanya yang dipadukan dengan inovasi modern untuk menghasilkan n nilai ekonomi baru. “Ekonomi kreatif merupakan pendorong utama masa depan.
Kami yakin perpaduan antara warisan budaya dan inovasi akan menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara,” jelasnya.Selama pertemuan tersebut, Menteri Harsya mengidentifikasi beberapa peluang kerja sama strategis, termasuk partisipasi dalam Pameran Dunia (World Expo), penguatan ekosistem haji dan umrah melalui produk kreatif, pertukaran talenta dan teknologi, peningkatan perlindungan kekayaan intelektual (KI), serta kerja sama dalam Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) 2026 di Jakarta.Sementara itu, Menteri Arab Saudi Badr bin Abdullah menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat tersebut dan menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk memperluas kerja sama lintas sektor di industri kreatif.
“Kami menantikan penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pameran, haji, game, dan kekayaan intelektual. Kami juga menyambut baik undangan untuk berpartisipasi dalam forum global yang akan datang di Jakarta,” katanya.Pangeran Badr juga menyoroti potensi kerja sama di bidang perfilman, mode, dan pengembangan bakat, termasuk insentif produksi film serta program pendidikan melalui lembaga-lembaga seni di Arab Saudi.
Selain itu, penguatan ekosistem kekayaan intelektual dan inisiatif pengembangan merek lokal juga ditekankan guna meningkatkan daya saing global. “Di sektor film, Arab Saudi sedang mengembangkan industri ini secara komprehensif, mulai dari produksi hingga distribusi, didukung oleh berbagai skema pendanaan. Kami menawarkan peluang untuk produksi bersama film dengan insentif hingga 60–65 persen dari biaya produksi,” ujarnya.
“Di bidang kekayaan intelektual, Arab Saudi telah membentuk otoritas khusus untuk mendukung industri kreatif. Program ‘Saudi 100 Brands’ berfungsi sebagai akselerator bagi para desainer lokal, bersamaan dengan inisiatif mode berkelanjutan, termasuk ihram ramah lingkungan,” tambahnya.Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dan Arab Saudi sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif global.