Deportasi bos kejahatan asal Skotlandia ditunda untuk hari kedua di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung

Deportasi bos kejahatan asal Skotlandia ditunda untuk hari kedua di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung

Deportasi bos kejahatan asal Skotlandia ditunda untuk hari kedua di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung

Slot online terpercaya – Deportasi bos kejahatan asal Skotlandia, Steven Lyons, tertunda untuk hari kedua karena pihak berwenang Indonesia masih terus memburu dua orang rekan gangster tersebut. Lyons, yang diduga sebagai pemimpin jaringan kejahatan internasional, ditangkap di Bandara Gusti Ngurah Rai, Bali, oleh petugas imigrasi berdasarkan Peringatan Merah Interpol yang diterbitkan atas permintaan Spanyol pada hari Sabtu. Keluarga kriminal yang berbasis di Glasgow ini diyakini telah memainkan peran signifikan dalam penyelundupan narkoba ke Skotlandia dan terkait dengan serangkaian aksi kekerasan di seluruh Eropa.

Geng tersebut juga diduga menggunakan perusahaan cangkang untuk pencucian uang di Eropa dan Timur Tengah, termasuk di Spanyol, Skotlandia, Inggris, Dubai, Qatar, Bahrain, dan Turki. Penyidik meyakini bahwa Lyons sedang dalam perjalanan ke Indonesia dalam upaya membangun jaringan pasokan narkoba di kawasan tersebut. Pria berusia 45 tahun ini semula dijadwalkan akan diekstradisi ke Spanyol—di mana ia dicari sehubungan dengan kasus pembunuhan tahun 2024—melalui Doha dengan maskapai Qatar Airways.

pada hari Kamis, sehari setelah proses deportasinya ditunda tanpa penjelasan. Getty Images Steven Lyons ditangkap di Bali pada hari Sabtu. Getty Images Namun, tokoh utama jaringan kejahatan tersebut dibawa kembali dari bandara dan ditahan oleh kepolisian Bali, kata Husnan Handano, juru bicara Kantor Imigrasi Bali.

Ia menolak memberikan alasan di balik langkah tersebut, dengan mengutip “sensitivitas” kasus tersebut. Lyons tiba di Bali bersama Steven Larwood dan Lewis “Wang” Wark, yang diyakini masih berada di pulau tersebut, meskipun bos kejahatan tersebut mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ia bepergian sendirian. Interpol Spanyol telah mengidentifikasi mereka sebagai anggota kartel kriminal yang sama, tetapi mereka tidak tercantum dalam surat perintah penangkapan atau Pemberitahuan Merah Interpol, sehingga mereka dapat menghindari penangkapan.

Sejak itu, surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk kedua warga Skotlandia tersebut. Operasi gabungan antara Skotlandia dan Spanyol untuk memberantas geng Penangkapan Steven Lyons terjadi setelah operasi internasional pemberantasan geng yang dipimpin oleh Kepolisian Skotlandia. Surat perintah penangkapan dilaksanakan di beberapa alamat di Glasgow, Bellshill, C umbernauld, Gartcosh, Caldercruix, Coatbridge, dan East Whitburn sebagai bagian dari aksi yang telah direncanakan sebelumnya untuk memberantas kejahatan berat dan terorganisir.

Sembilan orang telah dihadirkan di pengadilan Skotlandia pasca penggerebekan tersebut, menghadapi berbagai dakwaan, termasuk keterlibatan dalam kejahatan terorganisir yang serius, peredaran narkoba, pencucian uang, dan penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka. Operasi ini, yang tidak terkait dengan Operasi Portaledge, dikoordinasikan dengan Guardia Civil Spanyol, yang menangkap lima orang lainnya yang terkait dengan geng Skotlandia tersebut setelah menggerebek beberapa properti di Barcelona dan Malaga. Operasi gabungan antara otoritas nasional ini dimulai pada Mei 2024 di Eurojust, dengan dukungan dari Europol.

Penyelidikan terhadap aktivitas geng Skotlandia tersebut di seluruh Eropa masih terus berlanjut. STV News kini tersedia di WhatsApp. Dapatkan semua berita terbaru dari seluruh negeri.