Bank Dunia memperkirakan perekonomian Indonesia akan mengalami stagnasi pada tahun 2026

Bank Dunia memperkirakan perekonomian Indonesia akan mengalami stagnasi pada tahun 2026

Bank Dunia memperkirakan perekonomian Indonesia akan mengalami stagnasi pada tahun 2026

Liga335 – Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia, atau produk domestik bruto (PDB), akan tetap berada di angka 5% pada tahun 2026, tidak berubah dari proyeksi pertumbuhannya hingga akhir tahun ini.
David Knight, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini didukung oleh permintaan domestik yang tangguh, di samping langkah-langkah stimulus dan peningkatan kinerja ekspor.
Namun, Knight mengatakan bahwa peningkatan ekspor tersebut hanya bersifat sementara dan sebagian besar didukung oleh faktor-faktor sementara serta stabilisasi perdagangan.

“Kami tidak mengantisipasi pertumbuhan ekspor yang kuat ke depannya, karena pertumbuhan baru-baru ini didukung oleh faktor-faktor front-loading yang bersifat satu kali dan stabilisasi perdagangan,” jelas Knight.
Meskipun perekonomian Indonesia pada tahun 2026 diproyeksikan tetap stagnan dibandingkan tahun ini, Bank Dunia melihat adanya ruang untuk pertumbuhan yang lebih kuat selama dua tahun berikutnya.
“Kami memperkirakan pertumbuhan tahun ini akan tetap berada di angka 5% dan naik sedikit menjadi 5,2% selama dua tahun ke depan,” kata Knight.

H Dia menambahkan bahwa prospek pertumbuhan tersebut sudah memperhitungkan konsumsi swasta, yang telah menjadi pendorong utama selama setahun terakhir. Namun, pertumbuhan konsumsi diperkirakan akan melambat seiring melemahnya pasar tenaga kerja Indonesia.
Di sisi investasi, Bank Dunia memperkirakan realisasi investasi di Indonesia akan terus tumbuh.

Prospek ini didukung oleh dukungan dari Danantara, regulasi yang lebih akomodatif, serta reformasi regulasi yang bertujuan mendukung investasi asing.
Di sisi lain, Bank Dunia memperingatkan bahwa pendapatan negara berpotensi tertekan dan tidak mencapai target, “yang berpotensi menyebabkan pemotongan belanja pemerintah.”
Menurut laporan Indonesia Economic Prospects yang dirilis pada Selasa (16/12), Bank Dunia memproyeksikan inflasi inti Indonesia sebesar 2% pada tahun 2025 dan 2,6% pada tahun 2026.

Sementara itu, defisit fiskal diperkirakan akan melebar menjadi 2,8% baik pada tahun 2025 maupun 2026.