AI dan EdTech: Anggota Parlemen meluncurkan penyelidikan baru untuk meneliti peran teknologi dalam pendidikan
Slot online terpercaya – Para anggota parlemen akan menelaah peran kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pendidikan (EdTech) dalam bidang pendidikan, dalam penyelidikan baru yang diluncurkan hari ini.
Komite Khusus Pendidikan yang beranggotakan perwakilan dari berbagai partai akan menelaah peluang dan tantangan yang ditimbulkan oleh AI dan EdTech di seluruh sistem pendidikan, termasuk lembaga pendidikan usia dini, sekolah, perguruan tinggi, dan universitas.
Dalam pidatonya pada bulan Januari, Menteri Pendidikan Bridget Phillipson mengatakan bahwa AI dapat menjadi “dorongan terbesar bagi pendidikan dalam 500 tahun terakhir”, namun ia juga menekankan bahwa potensi ini sejalan dengan tanggung jawab pemerintah untuk “melakukannya dengan benar”.
Komite akan mempertimbangkan bagaimana AI mengubah cara belajar, termasuk dampaknya terhadap keterampilan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan berbicara. Mereka juga akan meninjau risiko penggunaan AI yang dapat memperlebar ketidaksetaraan di antara siswa, serta mengeksplorasi apakah siswa didukung untuk menggunakan AI dengan aman dan bertanggung jawab.
Hak digital anak-anak akan menjadi fokus, termasuk keseimbangan antara hak privasi dan hak partisipasi mereka, serta potensi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh alat-alat AI yang berkembang pesat dan fitur-fitur desain yang bersifat adiktif.
Menurut survei School’s Week, 60% guru kini menggunakan AI untuk keperluan kerja, dengan lebih dari seperlima di antaranya menggunakannya setiap hari.
Anggota Parlemen juga akan meneliti bagaimana guru, dosen, dan praktisi pendidikan usia dini menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari mereka, apakah mereka memiliki dukungan yang cukup untuk menggunakannya secara efektif, serta bagaimana peningkatan penggunaan EdTech dan AI dapat memengaruhi metode penilaian tradisional.
Seiring dengan penyelidikan baru ini, Anggota Parlemen juga akan melakukan penelitian mengenai waktu layar dan keamanan daring sehubungan dengan konsultasi Pemerintah mengenai larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
Rincian lebih lanjut akan diumumkan pada waktunya.
Komentar Ketua
Ketua Komite Pendidikan, Helen Hayes MP, mengatakan:
“AI dan EdTech sudah mengubah wajah pendidikan, mulai dari pendidikan usia dini dan sekolah menengah hingga perguruan tinggi dan universitas.
Alat-alat ini dapat menjadi peluang luar biasa untuk meningkatkan pembelajaran dan mempermudah pekerjaan guru yang padat rkloads. Di sisi lain, terdapat risiko dalam menerapkan teknologi yang berkembang pesat tanpa kerangka pengambilan keputusan atau evaluasi yang jelas berdasarkan nilai-nilai, serta tanpa pemahaman menyeluruh mengenai konsekuensinya; selain itu, ada potensi risiko semakin melebarnya ketimpangan di antara para siswa.
Penyelidikan kami akan menelaah bukti-bukti secara cermat, serta memisahkan fakta AI dari fiksi. Kami akan mengkaji bagaimana AI dan EdTech sudah digunakan saat ini, serta mempertimbangkan bagaimana Pemerintah dapat menyeimbangkan manfaatnya dengan langkah-langkah perlindungan terhadap risiko yang ditimbulkannya.
Komite ingin memahami bagaimana teknologi membentuk kehidupan dan pembelajaran anak-anak serta remaja, serta apa lagi yang perlu dilakukan Pemerintah untuk memastikan setiap anak dan remaja dapat berkembang dengan baik.
Saya mendorong siapa pun yang memiliki pengalaman di bidang ini untuk mengirimkan bukti kepada penyelidikan kami.