AI dan Digitalisasi Diprediksi Akan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa transformasi digital dan kecerdasan buatan akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ia menyoroti bahwa sumber-sumber pertumbuhan baru sangat dibutuhkan karena pertumbuhan ekonomi nasional telah stagnan di angka sekitar 5 persen selama tujuh tahun terakhir.
“Apa mesin pertumbuhan ekonomi berikutnya? Jawabannya adalah transformasi digital,” kata Airlangga dalam acara KADIN Diplomatic Economic Breakfast di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil mengatasi berbagai krisis dalam beberapa dekade terakhir, termasuk krisis ekonomi 1998-1999, krisis keuangan global 2008, dan pandemi COVID-19.
Gejolak-gejolak tersebut dapat diatasi melalui kebijakan pemerintah yang menjaga stabilitas ekonomi.
Saat ini, Airlangga mencatat bahwa tantangan baru mulai muncul akibat meningkatnya ketidakpastian global yang disebabkan oleh konflik geopolitik dan perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI). Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah sedang menggalakkan teknologi yang meningkatkan kemandirian nasional di bidang pangan, energi, dan transformasi digital.
Airlangga mengatakan bahwa transformasi digital akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia selanjutnya. Sektor ini dianggap menguntungkan karena tidak bergantung pada rantai logistik global, sehingga proses digitalisasi dapat berjalan lebih cepat.
Ia meyakini bahwa AI akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
Namun, penggunaannya memerlukan ekosistem yang memadai, termasuk ketersediaan data, pusat data berskala besar, infrastruktur komputasi, dan industri semikonduktor.
Airlangga menyatakan bahwa pemerintah juga memperluas kerja sama internasional untuk mendukung pengembangan ekosistem AI. Selain berkolaborasi dengan Inggris dalam pengembangan chip semikonduktor generasi berikutnya, Indonesia juga bekerja sama dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain Negara-negara di bidang AI.
Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah baru akan menghadiri forum PACSILICA dan berpartisipasi dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama AI Dunia di Shanghai minggu depan. Tujuannya adalah untuk mempelajari perkembangan AI global dan memperkuat kerja sama internasional. Baginya, transformasi digital dan AI menandai dimulainya mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.