Indonesia Perlu Mendiversifikasi Sumber Pendanaan untuk Mendorong Pertumbuhan di Masa Depan

Indonesia Perlu Mendiversifikasi Sumber Pendanaan untuk Mendorong Pertumbuhan di Masa Depan

Indonesia Perlu Mendiversifikasi Sumber Pendanaan untuk Mendorong Pertumbuhan di Masa Depan

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, berpendapat bahwa Indonesia perlu diarahkan agar mampu membiayai pertumbuhan secara lebih strategis dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Bank Indonesia yang menyebutkan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Menurut Fakhrul, tantangan saat ini bukan hanya soal stabilitas, tetapi apakah Indonesia memiliki arsitektur pendanaan yang cukup kuat untuk mendukung ambisi pertumbuhan di masa depan. “Kita terlalu nyaman dengan narasi disiplin fiskal—defisit di bawah 3 persen, dan rasio utang yang terkendali. Meskipun hal-hal ini penting, namun tidak cukup.

Pasar saat ini ingin tahu lebih banyak: bagaimana cerita pendanaannya? dan seberapa kredibelkah langkah ke depan?” katanya dalam pernyataan tertulis pada Kamis, 16 April 2026.

Di tengah meningkatnya biaya pendanaan berbasis dolar, Fakhrul menyatakan bahwa Indonesia perlu t Mengadopsi pendekatan yang lebih agresif dalam mengembangkan alternatif, termasuk skema penyelesaian transaksi dalam mata uang lokal. Penyelesaian transaksi dalam mata uang lokal melibatkan transaksi bilateral yang dilakukan dalam mata uang lokal masing-masing negara. Dalam konteks ini, Fakhrul menyoroti peluang untuk memanfaatkan mata uang dengan imbal hasil rendah seperti CNH (renminbi offshore) sebagai sumber likuiditas yang lebih efisien, terutama untuk mendukung perdagangan dan investasi bilateral.

“Ada kantong-kantong likuiditas dengan biaya lebih rendah, dan kita harus mampu mengaksesnya—baik melalui kerja sama bilateral maupun desain instrumen keuangan yang lebih inovatif,” tambahnya. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa Direktur Eksekutif IMF Kristalina Georgieva menyebut Indonesia sebagai salah satu titik terang dalam perekonomian global. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan antara Kristalina, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bagian dari Pertemuan Musim Semi IMF.

“IMF a “Investor global menghargai konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter yang kokoh, kedisiplinan dalam menjaga defisit di bawah 3 persen dari PDB, serta kebijakan yang responsif, adaptif, dan berwawasan ke depan dalam menghadapi tekanan eksternal,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pinoto, dalam siaran pers pada Rabu, 15 April 2026.