Indonesia Mengatakan Tidak Membutuhkan Bantuan IMF di Tengah Ketidakpastian Global
Taruhan bola – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi sorotan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait ketidakpastian global, yang diperkirakan akan terus berlanjut untuk beberapa waktu ke depan. Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva.
Sebelumnya, Georgieva memperkirakan ketidakpastian global akan terus berlanjut, dipicu oleh ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi. Georgieva menyatakan bahwa IMF tidak memiliki kewenangan untuk mengurangi ketidakpastian global, namun siap memberikan dukungan keuangan kepada negara-negara yang membutuhkan. Menanggapi hal tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa Indonesia memiliki bantalan fiskal yang memadai.
“Tentu saja, Indonesia tidak membutuhkan bantuan karena anggaran kami cukup, dan kami masih memiliki cadangan yang besar sebesar Rp 420 triliun,” kata Purbaya, seperti dikutip dari Antara. Dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026, Purbaya mengungkapkan bahwa IMF prihatin terhadap kemampuan Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global saat ini inty. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan manuver strategis dengan mengubah arah kebijakan fiskalnya sejak akhir tahun lalu, dan dampaknya mulai terlihat dalam perekonomian saat ini.
Perubahan strategi ini memungkinkan Indonesia untuk merespons tekanan dengan lebih baik, termasuk ketika harga minyak global melonjak. “Dia (Kristalina Georgieva) tampaknya puas dengan situasi ini,” kata Purbaya. Menurut Purbaya, meskipun IMF tidak merumuskan kebijakan spesifik untuk meredakan tekanan global, lembaga tersebut akan mengumumkan negara-negara yang mampu mempertahankan kinerja yang baik.
Terkait hal ini, Purbaya optimis bahwa keraguan terhadap kebijakan fiskal Indonesia telah mereda. Purbaya juga telah mengadakan pertemuan strategis dengan pejabat Bank Dunia dan perwakilan lembaga pemeringkat kredit internasional seperti S&P Global Ratings. Beberapa lembaga global, katanya, menghargai arah kebijakan fiskal strategis Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Bank Dunia Bank Dunia telah menyatakan minatnya untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, dan pembiayaan proyek-proyek strategis di negara-negara berkembang.