Indonesia: Tidak Ada Kenaikan Harga Bahan Bakar Hingga 2027, Kata Menteri Energi
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia tidak berencana menaikkan harga bahan bakar hingga tahun 2027, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, sambil menambahkan bahwa ia berharap kondisi ini dapat dipertahankan selama mungkin. Menurut Bahlil, cadangan minyak nasional saat ini berada di atas standar minimum.
“Baik untuk solar, bensin, maupun LPG (gas elpiji),” katanya setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 16 April 2026. Berdasarkan kondisi ini, Prabowo telah memerintahkan agar harga bahan bakar bersubsidi tidak dinaikkan. “Berdasarkan arahan Presiden, harga bahan bakar bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun,” kata Bahlil.
Mantan menteri investasi tersebut mengutarakan harapannya agar harga bahan bakar tetap tidak berubah, bahkan tanpa batas waktu. Bahlil mengatakan harga minyak bergantung pada pergerakan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP), namun ia menyatakan bahwa anggaran negara masih dapat mendukung subsidi energi jika ICP tetap di bawah US$100 per barel. ICP saat ini berada di sekitar US$77 per barel.
Pada kesempatan yang sama, Bahlil mengatakan Rusia siap memasok minyak ke Indonesia, setelah pertemuan dengan delegasi Rusia menyusul pembicaraan Prabowo dan Putin di Moskow. Bahlil kemudian melaporkan hasil negosiasinya kepada Prabowo hari ini. Indonesia, katanya, masih memerlukan impor karena defisit pasokan minyak, mengingat konsumsi bahan bakar mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak dalam negeri berkisar antara 600.
000 hingga 610.000 barel per hari. “Di tengah kondisi global ini, kita harus mencari sumber dari berbagai negara,” katanya.