Utang luar negeri Indonesia naik menjadi US$431,7 miliar pada kuartal keempat.
Slot online terpercaya – Utang luar negeri Indonesia naik menjadi US$431,7 miliar pada kuartal keempat
Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa utang luar negeri Indonesia naik menjadi US$431,7 miliar pada kuartal keempat 2025 dari US$427,6 miliar pada kuartal sebelumnya, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 29,9 persen. Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan struktur utang luar negeri negara tetap sehat, didukung oleh pengelolaan yang prudent dan pengendalian risiko untuk menjaga stabilitas makroekonomi.Bank sentral mencatat bahwa 85,7 persen dari total utang luar negeri bersifat jangka panjang, membantu mengendalikan risiko refinancing meskipun volatilitas pasar keuangan global terus berlanjut.
Bank Indonesia dan pemerintah memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan utang dan menjaga struktur yang sehat, kata Prakoso dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis. “Utang luar negeri akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sambil meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas,” ujarnya. Pemerintah Utang luar negeri mencapai US$214,3 miliar pada kuartal keempat, naik dari US$210,1 miliar pada kuartal ketiga, mencerminkan kebutuhan pembiayaan fiskal yang terus berlanjut.
Kenaikan ini didorong oleh aliran modal asing ke obligasi negara internasional, karena kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global yang meningkat.Sebagai instrumen utama untuk membiayai anggaran negara, utang luar negeri pemerintah dikelola dengan hati-hati dan transparan untuk membiayai program prioritas dan menjaga keberlanjutan fiskal, kata bank sentral.Peminjaman pemerintah dialokasikan terutama untuk kesehatan dan layanan sosial, yang menyumbang 22,1 persen dari total utang luar negeri pemerintah, diikuti oleh administrasi publik, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,8 persen.
Pendidikan menyerap 16,2 persen, konstruksi 11,7 persen, dan transportasi dan pergudangan 8,6 persen, menyoroti prioritas infrastruktur dan modal manusia. Hampir seluruh utang luar negeri pemerintah bersifat jangka panjang, mewakili. Ting 99,99 persen dari total, yang mengurangi tekanan pembayaran jangka pendek.
Utang luar negeri sektor swasta mencapai US$192,8 miliar pada kuartal keempat, turun dari US$194,5 miliar pada kuartal sebelumnya. Penurunan tersebut mencerminkan penurunan pinjaman oleh perusahaan non-keuangan, kata bank sentral. Berdasarkan sektor, utang luar negeri swasta terkonsentrasi di sektor manufaktur, jasa keuangan dan asuransi, listrik dan gas, serta pertambangan, yang secara keseluruhan menyumbang 79,9 persen dari total utang luar negeri swasta.
Kewajiban jangka panjang juga mendominasi utang luar negeri swasta, mencapai 76,3 persen dari total, memperkuat ketahanan keseluruhan profil pembiayaan luar negeri Indonesia.