Organisasi berita ini memecat 20 persen karyawannya dan mengganti para editor dan editor foto dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Organisasi berita ini memecat 20 persen karyawannya dan mengganti para editor dan editor foto dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Organisasi berita ini memecat 20 persen karyawannya dan mengganti para editor dan editor foto dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Slot online terpercaya – Ketakutan bahwa alat kecerdasan buatan (AI) akan menggantikan penulis, editor, dan desainer ternyata tidak tanpa alasan, karena beberapa perusahaan telah mulai menggantikan tenaga kerja di bidang editorial dengan AI. Berita ini berasal dari sebuah organisasi berita terkemuka berbasis di Jerman, yang akan memberhentikan sekitar 20 persen karyawannya. Perusahaan tersebut sedang melakukan pemangkasan tenaga kerja di ruang redaksi dan menggantikan karyawan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Axel Springer, perusahaan media terkemuka Jerman, menjadi sorotan dengan keputusannya untuk memberhentikan 20 persen staf ruang redaksi dan menggantikan beberapa karyawan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). CEO perusahaan, Mathias Dopfner, yang dikenal sebagai teman Elon Musk, telah menginisiasi pergeseran menuju pendekatan “digital-only”, seperti dilaporkan oleh CNN.
Menurut memo yang diedarkan oleh penerbit, posisi seperti editor, editor foto, korektor, dan peran lain yang terlibat dalam produksi cetak akan diubah atau dihapuskan sepenuhnya.

Langkah ini akan berdampak signifikan pada. t Bild, salah satu surat kabar terlaris di Eropa. Axel Springer adalah perusahaan induk dari berbagai merek berita multimedia, termasuk publikasi Jerman Bild dan Welt, serta situs berita AS Politico dan sebagian besar Insider.

Seperti dilaporkan oleh surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine (FAZ), Axel Springer memberitahu karyawannya bahwa sayangnya mereka harus memberhentikan rekan kerja yang tugasnya dapat dilakukan oleh alat AI seperti ChatGPT.
Sekitar 200 dari 1.000 karyawan Bild diperkirakan akan terdampak oleh pemutusan hubungan kerja ini.

Namun, seorang juru bicara Bild menjelaskan kepada CNN bahwa pemutusan hubungan kerja tersebut tidak langsung terkait dengan AI, melainkan AI dapat berfungsi sebagai alat yang menghemat waktu dan berharga bagi editor dan jurnalis.
Dalam memo internal terbaru, CEO Mathias Dopfner mengungkapkan keyakinannya bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi untuk meningkatkan jurnalisme independen, membuatnya lebih baik dari sebelumnya, atau bahkan menggantikannya sepenuhnya. Ia menekankan pentingnya memahami transformasi ini.

Perubahan mendasar untuk keberlanjutan masa depan penerbitan, dengan penekanan bahwa hanya mereka yang menciptakan konten asli yang luar biasa yang akan berhasil. Dopfner juga memprediksi bahwa AI akan segera mampu sepenuhnya mengambil alih tata letak koran cetak.
Keputusan Axel Springer untuk menerapkan teknologi AI dan mengurangi jumlah tenaga kerjanya mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung tentang dampak otomatisasi terhadap peran tradisional di berbagai industri, termasuk jurnalisme.

Hasil dari perubahan ini无疑akan membentuk masa depan media dan hubungan yang terus berkembang antara AI dan profesional manusia.