JAKARTA, DETIKNEWS (liga335) — Peran krusial Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam penanganan bencana alam kembali menjadi sorotan. Pengamat kebijakan publik dan keamanan, Dr. Aris Sudarsono, menegaskan bahwa personel Polri harus memiliki komitmen total dan tidak mengenal istilah libur atau cuti ketika berhadapan dengan situasi bencana yang mengancam keselamatan masyarakat.
Pernyataan ini muncul di tengah tingginya frekuensi bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor) di berbagai daerah menjelang akhir tahun.
I. Filosofi Pelayanan 24/7 dan Keselamatan Publik
Dr. Aris Sudarsono menjelaskan bahwa filosofi pelayanan Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat secara otomatis menempatkan mereka di garda terdepan saat terjadi krisis.
-
Fungsi Kritis: Tidak seperti instansi lain, fungsi Polri dalam penanganan bencana bersifat multidimensional dan harus berjalan 24 jam sehari. Tugas tersebut meliputi:
-
Evakuasi dan SAR: Membantu tim Basarnas dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban.
-
Pengamanan Aset: Menjaga keamanan di wilayah yang ditinggalkan mengungsi untuk mencegah penjarahan (looting) dan kejahatan lainnya.
-
Manajemen Lalu Lintas: Mengelola arus lalu lintas dan jalur distribusi logistik yang terputus atau terhambat.
-
Pengawalan Logistik: Memastikan bantuan makanan dan obat-obatan sampai ke lokasi terdampak dengan aman.
-
-
Tuntutan Masyarakat: Masyarakat menuntut kehadiran aparat keamanan secara instan saat bencana terjadi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel harus selalu berada di level tertinggi, tanpa mengenal hari libur nasional atau cuti tahunan.
“Bencana tidak mengenal tanggal merah. Polri adalah lembaga yang mewakili negara dalam kondisi darurat. Artinya, kepatuhan pada tugas harus menjadi prioritas di atas kepentingan pribadi, bahkan saat Natal atau Tahun Baru,” tegas Dr. Aris Sudarsono.
II. Implikasi di Lapangan dan Dukungan Logistik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri sebelumnya telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat Polda dan Polres untuk mengaktifkan Posko Siaga Bencana dan membatalkan cuti personel di wilayah rawan bencana selama musim hujan ekstrem.
-
Kesiapan Peralatan: Polri didorong untuk terus memperkuat peralatan dan logistik SAR mereka, termasuk perahu karet dan alat komunikasi darurat.
-
Sinergi Lintas Sektor: Kehadiran Polri di lapangan juga berfungsi sebagai koordinator keamanan yang menjembatani kerja sama antara BPBD, TNI, dan relawan sipil.
Komitmen Polri untuk siaga 24/7 dalam penanganan bencana adalah wujud nyata janji institusi dalam melindungi seluruh warga negara.