Indonesia menjamin dukungan penuh bagi jamaah haji dan umrah yang berada di luar negeri.
Slot online terpercaya – Indonesia menjamin dukungan penuh bagi jamaah haji dan umrah di luar negeri Berita terkait: Menteri mendesak petugas haji untuk menjaga kesehatan menjelang musim haji 2026 Berita terkait: Indonesia mencari koneksi digital yang lancar dengan Arab Saudi untuk jamaah haji
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Haji dan Umrah Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan perawatan dan perlindungan optimal bagi jemaah haji dan umrah yang mengalami kesulitan di luar negeri, termasuk yang sakit selama transit.Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Andi Muhammad Taufik, menekankan bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan warga Indonesia yang melakukan ibadah haji dan umrah.“Kementerian Haji dan Umrah menjamin dukungan penuh bagi jemaah yang menghadapi masalah hukum di Arab Saudi atau negara transit, serta bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan di luar negeri,” ujarnya di Jakarta pada Sabtu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kasus terbaru melibatkan seorang jemaah Indonesia yang pingsan selama transit di Bandara Internasional Muscat. Pasien tersebut tiba di Oman pada 5 Februari setelah menyelesaikan ibadah umrah di Arab Saudi. Kedutaan Besar Indonesia di Muscat menerima informasi awal mengenai kasus ini dari sebuah rumah sakit lokal di ibu kota Oman, tambahnya.
Karena memerlukan perawatan lebih lanjut, jemaah tersebut dipindahkan ke rumah sakit lain pada 8 Februari dengan persetujuan keluarga. Setelah perawatan intensif, pasien dinyatakan stabil dan diizinkan pulang untuk perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan. Taufik mencatat bahwa Rumah Sakit Penyakit Menular Prof.
Dr. Sulianti Saroso (RSPI) di Jakarta telah siap menerima pasien dan mengerahkan ambulans, ventilator, serta tim medis untuk penjemputan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.Dia mengonfirmasi bahwa jemaah telah tiba di Indonesia dan dipindahkan ke RSPI di Jakarta untuk perawatan lebih lanjut.
“Kementerian Haji dan Umrah akan terus memantau kondisi pasien di Indonesia,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa kantornya akan berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan umrah yang terlibat. Mengenai biaya yang timbul selama pengobatan.
“Kami menganggap perlu untuk meninjau tanggung jawab penyelenggara dalam melindungi jamaah haji, khususnya dalam hal jaminan kesehatan. Kami juga akan mengevaluasi polis asuransi perjalanan untuk jamaah Umrah,” kata Taufik. Ia menekankan bahwa langkah-langkah tersebut sangat penting untuk memperkuat perlindungan bagi jamaah haji dan memastikan tanggapan yang cepat, profesional, dan bertanggung jawab terhadap risiko selama ibadah haji.