Indonesia dan Iran Memperkuat Kemitraan di Bidang Teknologi Baru dan Ketahanan Pangan

Indonesia dan Iran Memperkuat Kemitraan di Bidang Teknologi Baru dan Ketahanan Pangan

Indonesia dan Iran Memperkuat Kemitraan di Bidang Teknologi Baru dan Ketahanan Pangan

Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia dan Iran telah sepakat untuk memperluas kerja sama ilmiah dan akademik di bidang teknologi baru, termasuk penelitian bersama dan pertukaran akademik antara mahasiswa dan dosen, serta kolaborasi di sektor ketahanan pangan. Sebagaimana dilaporkan ANTARA, hal ini terungkap dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan, Penelitian, dan Teknologi Iran Masoud Shams-Bakhsh di sela-sela Pertemuan Menteri Pendidikan BRICS ke-13 di Bhubaneswar, India, pada Sabtu, 8 Agustus.

Dalam kesempatan tersebut, Shams-Bakhsh menekankan bahwa ikatan budaya, sejarah, dan agama yang telah terjalin lama antara Iran dan Indonesia merupakan landasan yang kokoh untuk memperdalam kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Sementara itu, Brian Yuliarto menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memperluas proyek penelitian bersama, pertukaran mahasiswa pascasarjana dan dosen, serta perubahan, peluang pembelajaran jangka pendek, dan program akademik. Ia juga secara resmi mengundang mitranya dari Iran, beserta delegasi tingkat tinggi yang menyertainya, untuk berkunjung ke Jakarta.

Kedua pejabat tinggi tersebut kemudian membahas beasiswa, program pendidikan, dan kerja sama penelitian bersama di bidang perubahan iklim, ketahanan pangan, energi terbarukan, dan pertanian. Mereka melakukan pembahasan mendetail mengenai cara-cara untuk meningkatkan partisipasi universitas-universitas Iran dalam jaringan universitas BRICS. Kedua belah pihak juga sepakat untuk bekerja sama guna mencapai kesepakatan kerja sama dan melaksanakan berbagai inisiatif yang diusulkan secepat mungkin.