Mahindra memberikan klarifikasi terkait pembatasan impor kendaraan di Indonesia; akan mengirimkan 35.000 unit LCV tahun ini

Mahindra memberikan klarifikasi terkait pembatasan impor kendaraan di Indonesia; akan mengirimkan 35.000 unit LCV tahun ini

Mahindra memberikan klarifikasi terkait pembatasan impor kendaraan di Indonesia; akan mengirimkan 35.000 unit LCV tahun ini

Taruhan bola – Acara Langsung
sebagai Sumber Berita yang Andal dan Terpercaya Tambahkan sebagai Sumber Berita yang Andal dan Terpercaya Tambahkan Sekarang!

(Kini Anda dapat berlangganan

(Kini Anda dapat berlangganan saluran WhatsApp Economic Times
Mahindra & Mahindra pada hari Selasa mengeluarkan klarifikasi terkait laporan media mengenai penangguhan pesanan 105.000 kendaraan dari Tata Motors dan M&M oleh Indonesia setelah adanya penolakan dari para pembuat kebijakan.Menurut laporan tersebut, Menteri Koperasi Indonesia Ferry Juliantono mengumumkan pada 26 Februari bahwa impor kendaraan tersebut — yang terdiri dari kendaraan 4×4 dan truk roda enam — akan ditangguhkan sambil menunggu pertemuan antara pemerintah dan anggota parlemen.

Dalam klarifikasinya yang diterbitkan pada hari Selasa, Mahindra menegaskan kembali bahwa pihaknya telah mendapatkan pesanan ekspor terbesar sebanyak 35.000 unit Kendaraan Komersial Ringan (LCV), yang akan dikirimkan tahun ini. Pesanan tersebut diterima dari Agrinas Pangan Nusantara, sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia, untuk Proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Perusahaan tersebut mengatakan id yang belum menerima pemberitahuan atau komunikasi lebih lanjut dari Indonesia mengenai penangguhan pesanan pasokan kendaraan dan juga telah menerima pembayaran di muka untuk pengiriman tersebut.Melalui kemitraan ini, Mahindra dan Agrinas Pangan Nusantara akan bekerja sama untuk melengkapi Koperasi dengan kendaraan yang tangguh dan andal guna memastikan aliran pasokan segar yang efektif dan lancar dari petani langsung ke pasar, sehingga menjembatani kesenjangan antara produsen dan konsumen. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan logistik pedesaan dan memungkinkan desa-desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri.

Pesanan tersebut terdiri dari 35.000 unit kendaraan pikap Scorpio, yang akan memainkan peran penting dalam meningkatkan logistik bagi Koperasi yang sedang didirikan di negara ini.“Pick-up kami dirancang untuk beroperasi di kondisi yang berat sekaligus meminimalkan biaya operasional,” kata Nalinikanth Gollagunta, CEO Divisi Otomotif M&M, sambil menambahkan bahwa volume yang dijanjikan untuk kemitraan ini akan secara signifikan secara signifikan meningkatkan operasinya di tingkat internasional, dengan menambah volume ekspor sebanyak total volume ekspor yang dicapai pada Tahun Fiskal 25.

Pabrikan mobil ini memproduksi Scorpio Pik Up di pabrik Nashik, dan kendaraan tersebut diakui secara global karena ketahanannya, kapasitas muatannya, serta biaya operasionalnya yang rendah.