SIZE Nasional: Memanfaatkan Teknologi untuk Pengendalian Penyakit Menular yang Efektif

SIZE Nasional: Memanfaatkan Teknologi untuk Pengendalian Penyakit Menular yang Efektif

SIZE Nasional: Memanfaatkan Teknologi untuk Pengendalian Penyakit Menular yang Efektif

Slot online terpercaya – Selama beberapa dekade terakhir, Indonesia telah dilanda sejumlah wabah penyakit zoonosis, termasuk flu burung yang sangat patogen, rabies, dan antraks. Wabah-wabah ini menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian, sehingga menjadi jelas bahwa negara ini perlu memerangi penyakit-penyakit tersebut secara komprehensif.
Landasan utama pengendalian penyakit menular bergantung pada deteksi dini dan ketersediaan data yang andal, yang sangat penting untuk pengelolaan wabah penyakit yang efektif dan komprehensif.

Petugas lapangan memainkan peran penting dalam pengendalian penyakit zoonosis dan menular. Tanggung jawab mereka meliputi pelaporan kasus saat terjadi di lapangan, sehingga memungkinkan respons cepat untuk menekan penyebaran penyakit. “Koordinasi antara bidang kedokteran hewan dan kesehatan masyarakat telah menjadi hambatan yang signifikan,” kata Lalu Madahan, seorang petugas kesehatan hewan dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai tantangan utama.

Madahan juga menekankan kebutuhan mendesak untuk memperkuat Memperkuat kolaborasi dalam pelaporan penyakit di seluruh sektor kesehatan manusia, hewan, dan satwa liar.
Penanganan dan pengelolaan penyakit menular yang muncul (EID) serta kasus zoonosis secara tepat memerlukan langkah-langkah yang cepat dan proaktif. Di sinilah pendekatan One Health menjadi sangat penting, dengan mengintegrasikan dan mengoordinasikan upaya di seluruh sektor kesehatan masyarakat, hewan, dan satwa liar.

Pendekatan holistik ini memastikan respons yang komprehensif dan efisien terhadap ancaman kesehatan di titik temu antara manusia, hewan, dan ekosistem.

Menghilangkan sekat-sekat melalui teknologi

Aplikasi seluler dan situs web SIZE Nasional (©FAO/Saskia Soedarjo)
Petugas kesehatan hewan Kabupaten Minahasa berbagi data dan laporan penyakit melalui SIZE Nasional (©FAO)
Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit zoonosis secara efektif, kolaborasi One Health harus didukung oleh sistem informasi yang kuat dan terintegrasi. Sistem ini harus memfasilitasi pertukaran data secara real-time di antara berbagai pemangku kepentingan di seluruh komponen kesehatan. Sistem semacam itu bukan sekadar alat melainkan infrastruktur kritis yang memastikan respons yang tepat waktu dan terkoordinasi terhadap ancaman kesehatan, dengan memanfaatkan wawasan dan keahlian kolektif dari berbagai sektor kesehatan.

Pendekatan terpadu ini sangat penting bagi strategi pencegahan dan pengendalian penyakit yang komprehensif dan efektif.
Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Informasi Geospasial, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jaringan Universitas One Health Indonesia (INDOHUN) telah bersama-sama mengembangkan platform berbagi informasi One Health yang disebut SIZE Nasional (Sistem Informasi Zoonosis dan EID Nasional) sejak tahun 2020, dan inisiatif ini didukung oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID)
SIZE Aplikasi ini menghubungkan tiga sistem pemantauan kesehatan di tiga lembaga, yaitu Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di Kementerian Kesehatan, Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS) di Kementerian Pertanian, dan Sistem Informasi Kesehatan Satwa Liar (SEHATSATLI) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Yang Mulia Muhadjir Effendy, meluncurkan SIZE Nasional pada Desember 2023 dengan harapan bahwa melalui aplikasi ini, pengendalian berbagai penyakit zoonosis dapat dilakukan secara lebih efektif dan terukur.

Peluncuran SIZE Nasional juga menjadi pencapaian kolaboratif yang signifikan dalam mengatasi tantangan integrasi data dan laporan kasus penyakit dari lapangan lintas sektor.
“SIZE Nasional menegaskan dan mendukung peran petugas lapangan “Para pemangku kepentingan dari tiga sektor yang berbeda. Platform ini juga memfasilitasi kolaborasi dan koordinasi lintas sektor, mulai dari petugas lapangan hingga para pengambil keputusan,” kata Luuk Schoonman, Pemimpin Tim Pusat Darurat Penyakit Lintas Batas (ECTAD) FAO di Indonesia.

“Berbagi data melalui SIZE bermanfaat dalam merumuskan strategi untuk mencegah dan mengendalikan Penyakit Menular Lintas Batas (EID) serta zoonosis,” tambah Schoonman lebih lanjut.
Peluncuran sistem informasi terintegrasi ini dirancang khusus untuk mengatasi ancaman yang semakin meningkat dari berbagai zoonosis, termasuk rabies, antraks, flu burung, dan penyakit zoonosis lainnya. Selain itu, pembentukan SIZE Nasional merupakan langkah strategis untuk memungkinkan deteksi dan respons yang cepat terhadap penyakit menular baru yang berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa, wabah, atau bahkan pandemi.

Sistem ini menekankan pendekatan proaktif yang berfokus pada deteksi dini dan respons cepat, yang sangat penting dalam memitigasi dampak krisis kesehatan semacam itu.
Yang Mulia Menteri C Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyampaikan apresiasi kepada FAO ECTAD Indonesia dalam acara peluncuran SIZE Nasional (©FAO/Saskia Soedarjo)
Dalam acara peluncuran tersebut, Yang Mulia Menteri menyampaikan ucapan terima kasih kepada FAO Indonesia dan mitra pembangunan lainnya atas peran penting mereka dalam memprakarsai dan memberikan bantuan teknis untuk mengembangkan SIZE Nasional. “Tanggung jawab bersama kita saat ini adalah memastikan keberhasilan SIZE Nasional yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nasional.

Ke depan, FAO berkomitmen untuk mendorong inovasi lebih lanjut guna meningkatkan pengendalian zoonosis dan Penyakit Menular Hewan (EID) di Indonesia,” kata Rajendra Aryal, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste. Pengakuan ini menyoroti pentingnya kolaborasi dan inovasi berkelanjutan dalam menangani tantangan kesehatan secara efektif di Indonesia.

Peningkatan respons di lapangan

Seekor anak anjing di Kabupaten Minahasa menerima vaksin rabies (©FAO/Sadewo)
SIZE telah diuji coba di lima wilayah yang berisiko terhadap zo kabupaten, termasuk Minahasa (Sulawesi Utara), Ketapang (Kalimantan Barat), Boyolali (Jawa Tengah), Bengkalis (Riau), dan Mataram (Nusa Tenggara Barat). Secara bertahap, aplikasi ini akan diadopsi oleh seluruh kabupaten/kota di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Petugas lapangan dari Kabupaten Minahasa dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai SIZE Nasional berguna dan bermanfaat untuk meningkatkan kinerja mereka.

“Dengan SIZE, kami dapat dengan cepat mengetahui penyakit yang telah menyebar di masyarakat, sehingga kami dapat merespons kasus-kasus tersebut langsung di lapangan,” kata Endang Rosidayanti, Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat.
Kesaksian dari pemerintah Kabupaten Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara juga mendukung pandangan ini. Sejak diperkenalkannya SIZE pada tahun 2020 kepada petugas kesehatan di Kabupaten Minahasa, jumlah laporan kasus gigitan hewan penular rabies telah meningkat secara signifikan.

“SIZE Nasional sangat membantu; kini kami menerima laporan real-time setiap hari melalui satu aplikasi,” kata Louise Kumaunang, H Kepala Bagian Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Minahasa. Ia menemukan bahwa aplikasi terintegrasi baru ini mempermudah proses pelaporan penyakit.
“Mulai sekarang, kami akan menggunakan SIZE Nasional untuk membantu kami berkoordinasi dan berkolaborasi lintas sektor guna memerangi penyakit zoonosis di kabupaten kami,” ujar Nismawardah, Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.

SIZE Nasional direncanakan akan diterapkan di berbagai tingkatan pemerintahan, termasuk kabupaten, kota, dan pemerintah pusat, yang berfungsi sebagai platform One Health. Penerapan ini akan memberdayakan Indonesia untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons zoonosis serta Penyakit Menular Baru (EID). Penggunaan SIZE Nasional secara luas di berbagai tingkatan pemerintahan menegaskan signifikansinya sebagai alat komprehensif dalam memperkuat infrastruktur kesehatan nasional melawan ancaman kesehatan tersebut.

Penulis/Kontak Media:

Saskia A. Soedarjo

Spesialis Komunikasi – FAO Indonesia

[email protected]