Membangun Ketahanan: Rencana Aksi Bersama One Health Indonesia

Membangun Ketahanan: Rencana Aksi Bersama One Health Indonesia

Membangun Ketahanan: Rencana Aksi Bersama One Health Indonesia

Liga335 – Lebih dari 60% penyakit menular baru (EID) yang menyerang manusia berasal dari hewan, dengan sebagian besar berasal dari satwa liar. Penyakit seperti sindrom pernapasan akut parah (SARS), flu burung, virus Nipah, dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) terus menjadi ancaman besar, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga berbagai sektor lainnya. Mengatasi tantangan kesehatan yang kompleks ini memerlukan pendekatan One Health yang holistik, yang mempertimbangkan keterkaitan antara faktor manusia, hewan, dan lingkungan.

Memimpin Inisiatif One Health, Organisasi Kuartet – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH), dan Program Lingkungan PBB (UNEP) – bersama-sama menyusun Rencana Aksi Bersama One Health (OH JPA). Rencana ini memberikan landasan yang kokoh untuk bertindak, dengan fokus pada peningkatan kolaborasi, komunikasi, pengembangan kapasitas, dan koordinasi di seluruh sektor guna memperkuat keamanan kesehatan.
Untuk menyesuaikan rencana ini dengan kondisi lokal.

Dalam konteks tersebut, WHO dan FAO bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk menyusun Rencana Aksi Bersama (JPA) One Health yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Dari Mei hingga Agustus 2023, para pemangku kepentingan dari Kementerian Kesehatan, Pertanian, Lingkungan Hidup, Dalam Negeri, Perencanaan Pembangunan; Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; serta asosiasi profesi berkumpul untuk menyesuaikan rencana tersebut.
Rencana Aksi Bersama One Health Indonesia (OH JPA) mendorong pelatihan dan pengembangan kapasitas yang melibatkan pihak berwenang dari sektor manusia, hewan, dan satwa liar.

Kredit: WHO/Endang Wulandari
WHO dan FAO memfasilitasi diskusi-diskusi ini serta memperkenalkan Rencana Aksi Bersama One Health (OH JPA) Kuartet dan memberikan panduan untuk menyesuaikannya dengan konteks Indonesia. Pada tahap awal, rencana tersebut berfokus pada tiga bidang: penguatan sistem kesehatan melalui peningkatan One Health, pengurangan risiko epidemi dan pandemi zoonosis yang muncul dan muncul kembali, serta pengendalian dan eliminasi penyakit zoonosis endemik, penyakit tropis yang terabaikan, dan penyakit yang ditularkan oleh vektor.
Para pemangku kepentingan diusulkan untuk mencakup kegiatan-kegiatan di bawah OH JPA Indonesia, seperti menilai kebutuhan sumber daya manusia, menyusun materi advokasi, memperbarui pedoman, dan membentuk komite untuk penyakit menular hewan (EID).

Upaya-upaya tersebut juga berfokus pada implementasi OH JPA, pembaruan standar keanekaragaman hayati, serta peningkatan pengawasan terpadu. Program pelatihan, lokakarya tentang komunikasi risiko, dan penilaian tingkat keparahan pandemi akan berkontribusi dalam mengurangi risiko. Rencana ini juga akan menangani penyakit zoonosis endemik melalui pembaruan pedoman, upaya pengendalian terpadu, pengolahan air limbah, dan pendokumentasian praktik terbaik.

Secara keseluruhan, OH JPA menghadirkan strategi dinamis untuk memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia.
Dr. Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menekankan, “Pencegahan dan pengendalian zoonosis yang efektif dan optimal memerlukan upaya kolaboratif dengan menggunakan pendekatan One Health, yang melibatkan sektor manusia, hewan, satwa liar, dan lingkungan.

The “Penerapan Rencana Aksi Bersama One Health Empat Pihak dalam konteks Indonesia akan secara sistematis menyelaraskan rencana kerja bersama dan sumber daya.”
WHO dan FAO menyampaikan prinsip Rencana Aksi Bersama One Health (OH JPA) dalam pertemuan multisektoral pada 10–11 Agustus 2023. Kredit: WHO/Endang Wulandari
Kementerian Kesehatan berencana memperluas cakupan OH JPA dengan memasukkan aspek keamanan pangan, resistensi antimikroba (AMR), dan pertimbangan lingkungan ke dalam rencana tersebut.

Rencana Aksi Bersama One Health (OH JPA) versi final dijadwalkan akan diselesaikan pada pertengahan tahun 2024.
Setelah diselesaikan, rencana aksi ini akan menjadi masukan berharga yang akan diintegrasikan ke dalam perencanaan strategis jangka menengah dan panjang pemerintah Indonesia. Rencana ini berfungsi sebagai langkah krusial untuk memperkuat keamanan kesehatan terhadap ancaman yang muncul serta membangun infrastruktur kesehatan yang tangguh sejalan dengan agenda transformasi kesehatan.

WHO juga telah memberikan masukan teknis dan dukungan bagi Indonesia untuk mendorong aksi One Health di luar negeri. Pemimpin Indonesia Peran G20 telah semakin mempercepat pengadopsian Rencana Aksi Bersama One Health sebagai pedoman tindakan, sehingga memungkinkan negara-negara dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi serta mengintegrasikan pendekatan One Health di semua tingkatan. Selain itu, Deklarasi Pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengenai Inisiatif One Health pada Agustus 2023 mendukung pengembangan Rencana Aksi Bersama One Health ASEAN, yang mendorong kolaborasi di bidang kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan di antara negara-negara anggota ASEAN.

Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah AS, melalui USAID, dan Pemerintah Australia.
Ditulis oleh Endang Wulandari, Petugas Profesional Nasional (Ahli Epidemiologi), WHO Indonesia.