Indonesia mengalami bulan April terpanas dalam 40 tahun terakhir
Liga335 daftar – 9 Mei 2024 JAKARTA – April tercatat sebagai bulan terpanas secara tahunan (yoy) karena badan meteorologi nasional mencatat kenaikan hampir 1 derajat Celcius bulan lalu, yang merupakan anomali suhu tertinggi yang pernah tercatat pada bulan April selama empat dekade terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kenaikan 0,89 derajat C pada suhu rata-rata bulan April dibandingkan dengan tiga dekade terakhir, dari rata-rata 26,9 derajat antara tahun 1991 dan 2020 menjadi 27,7 derajat pada tahun ini. Suhu normal di Indonesia pada bulan April, menurut badan tersebut, berkisar antara 20,1 hingga 28,6 derajat C.
Di antara wilayah yang mencatat kenaikan suhu rata-rata tahunan tertinggi di seluruh negeri adalah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dengan kenaikan 2,2 derajat C; Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (1,7 derajat C) dan Medan, Sumatera Utara (1,5 derajat C). Di sisi lain, Maluku Tenggara di Provinsi Maluku mencatat penurunan suhu rata-rata tahunan sebesar 0,5 derajat C. Baca juga: Pekerja lapangan berisiko di tengah cuaca panas Panas terik.
Suhu rata-rata yang tercatat pada bulan April sejalan dengan tren kenaikan yang diamati sejak awal tahun. Suhu rata-rata tertinggi tercatat pada bulan Februari, yaitu 27,4 derajat C, sekitar 1 derajat C lebih tinggi daripada rata-rata yang tercatat antara tahun 1991 dan 2020 sebesar 26,4 derajat C. Meskipun kenaikan suhu rata-rata sebesar 1 atau 2 derajat C tampaknya tidak terlalu signifikan, kenaikan tersebut dapat memperpanjang hari-hari panas tanpa hujan dan menyebabkan kekeringan berlangsung lebih lama.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, juga berisiko terkena penyakit terkait panas yang semakin tinggi. Pengamatan ini muncul saat banyak wilayah di negara ini dilanda panas ekstrem, dengan suhu berkisar antara 34 hingga 36 derajat C. Suhu tertinggi di wilayah Jabodetabek, sekitar 37,2 derajat Celsius, tercatat pada 17 April.
Gelombang panas ekstrem di Indonesia selama beberapa minggu terakhir sejalan dengan gelombang panas dan fenomena El Niño yang melanda sebagian besar negara di Asia Tenggara. The Ph Filipina, misalnya, mencatatkan rekor suhu baru lebih dari 40 derajat C, yang mendorong pemerintah untuk mengeluarkan peringatan panas dan menangguhkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah-sekolah. Namun, BMKG kembali menegaskan pendiriannya bahwa panas ekstrem yang melanda kepulauan tersebut tidak sama dengan gelombang panas yang melanda negara-negara tetangganya.
Lembaga tersebut berpendapat bahwa gelombang panas biasanya melanda wilayah di garis lintang yang lebih tinggi dan dekat dengan daratan yang luas, yang tidak berlaku bagi Indonesia, yang terletak di khatulistiwa dan dikelilingi oleh lautan. Sebaliknya, cuaca panas di Indonesia disebabkan oleh peralihan musim, kata lembaga tersebut. Angin kering dari Australia mulai mencapai wilayah Indonesia, sehingga mengurangi frekuensi pembentukan awan dan curah hujan serta menyebabkan suhu udara secara keseluruhan meningkat sementara kelembapan tetap tinggi, kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada hari Senin.
Baca juga: Gelombang Panas Meningkatkan Permintaan AC di Asia Para ahli mengatakan bahwa masyarakat di daerah dengan kelembapan yang lebih tinggi cenderung merasakan suhu yang lebih panas. suhu karena keringat mereka tidak menguap dengan mudah. “Masa transisi ini biasanya ditandai dengan pagi hari yang cerah dan sore hari yang panas, disertai pembentukan awan yang cepat yang meningkatkan suhu, lalu diikuti hujan pada malam hari,” kata Dwikorita.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa krisis iklim dapat memperburuk situasi di masa depan, dengan kemungkinan suhu rata-rata di negara ini terus meningkat setiap tahun. Suhu tertinggi yang tercatat di Indonesia adalah 39,4 derajat Celcius pada tahun 2023. Pihak berwenang di bidang kesehatan telah mengimbau masyarakat untuk tetap berada di tempat teduh dan membatasi aktivitas di luar ruangan antara pukul 11.
00 hingga 15.00. Bagi mereka yang sebagian besar aktivitasnya dilakukan di luar ruangan, di mana hampir tidak mungkin untuk tetap berada di tempat teduh, minum air secara teratur merupakan salah satu langkah untuk mencegah dehidrasi dan sengatan panas.