Saham-saham Indonesia terguncang akibat tinjauan terbaru MSCI, sementara rupiah pulih dari level terendah sepanjang masa

Saham-saham Indonesia terguncang akibat tinjauan terbaru MSCI, sementara rupiah pulih dari level terendah sepanjang masa

Saham-saham Indonesia terguncang akibat tinjauan terbaru MSCI, sementara rupiah pulih dari level terendah sepanjang masa

Slot online terpercaya – (13 Mei): Nilai tukar rupiah Indonesia pulih dari level terendah sepanjang masa yang dicapai pada Rabu pagi, sementara pasar saham merosot ke level terendah dalam satu tahun, setelah penyedia indeks MSCI menghapus enam perusahaan lokal dari indeks standar global domestiknya menyusul tinjauan triwulanan.
Langkah MSCI ini menjadi pukulan terbaru bagi perekonomian terbesar di Asia Tenggara, yang saat ini sudah harus menghadapi guncangan harga minyak mentah serta kekhawatiran terkait disiplin fiskal, independensi bank sentral, dan regulasi pasar saham.
Saham di Jakarta turun hingga 1,9% ke level 6.

726,575, level terendah sejak akhir April 2025, sementara rupiah melemah ke level terendah sepanjang masa di 17.535 per dolar AS sebelum sedikit menguat ke 17.455.

Penghapusan oleh MSCI mencakup empat dari 20 saham teratas Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar, yang anjlok antara 7% dan 15%.
Para investor kini menanti tinjauan indeks pada bulan Juni setelah MSCI mengevaluasi reformasi di negara tersebut.
Ekonomi Indonesia baru-baru ini menghadapi sejumlah kemunduran.

Kekhawatiran MSCI terkait transparansi memicu kerugian pasar sebesar $80 miliar Kejatuhan yang memicu diberlakukannya peraturan baru, sementara Moody’s menurunkan prospek peringkat kredit negara tersebut menjadi negatif akibat kebijakan yang tidak dapat diprediksi.
Kondisi pasar domestik masih cukup rapuh dan kekhawatiran investor lokal juga meningkat setelah pasangan mata uang USD/IDR menembus level 17.500 menjelang libur panjang, kata Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Ekuitas di Kiwoom Securities Indonesia.

Pasar Indonesia akan tutup pada Kamis dan Jumat karena hari libur nasional.
Di tempat lain, mata uang negara-negara yang bergantung pada energi bergerak beragam, dengan investor terjebak dalam tarik-menarik antara dolar AS yang menguat dan harga minyak yang melemah.
Harga minyak mentah turun lebih dari 1% karena investor tetap berhati-hati, menanti perkembangan gencatan senjata di Timur Tengah yang rapuh dan pertemuan puncak yang sangat dinantikan di Tiongkok antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.

Peso Filipina, ringgit, dan won Korea Selatan menguat sekitar 0,2% masing-masing, sementara dolar Singapura dan dolar Taiwan tidak berubah.
Baht Thailand Mata uang tersebut stabil di level 32,35 per dolar, sementara harga saham melonjak hingga 2,5%, kenaikan harian terbesar sejak akhir Maret.
Menteri Keuangan Thailand memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melampaui 3% dalam satu hingga dua tahun ke depan, didorong oleh investasi baru.

Bank sentralnya menyatakan tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Saham di Seoul memulihkan kerugian hari Selasa dengan kenaikan 2,6% pada hari Rabu. Indeks ini berada di jalur untuk mencatat kenaikan tahunan lebih dari 80%, jauh di atas indeks-indeks sejenisnya.

Saham di Manila turun 0,4%, dengan Jollibee Foods menjadi yang paling terpukul, merosot lebih dari 6% setelah dihapus dari indeks MSCI Philippine Global Standard.