Kementan Percepat Rehabilitasi Irigasi Tersier untuk Perkuat Produksi Pangan Nasional

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program rehabilitasi jaringan irigasi tersier di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat produksi pangan nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Program rehabilitasi irigasi tersier menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendukung produktivitas sektor pertanian. Melalui perbaikan saluran irigasi yang berada langsung di tingkat lahan pertanian, distribusi air ke sawah diharapkan dapat berlangsung lebih merata dan efisien.

Pejabat Kementerian Pertanian menyatakan bahwa kondisi jaringan irigasi yang baik sangat menentukan keberhasilan produksi pertanian. Karena itu, percepatan rehabilitasi irigasi menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas produksi pangan.

“Perbaikan irigasi tersier sangat penting karena langsung berkaitan dengan kebutuhan air di tingkat petani. Dengan jaringan yang lebih baik, produktivitas lahan diharapkan dapat meningkat,” ujar seorang pejabat Kementan.

Dukung Produktivitas Pertanian

Jaringan irigasi tersier merupakan bagian dari sistem pengairan yang menghubungkan saluran sekunder dengan lahan pertanian milik petani. Saluran ini berfungsi menyalurkan air secara langsung ke petak-petak sawah.

Kerusakan pada saluran irigasi tersier sering menjadi kendala bagi petani karena dapat menghambat aliran air ke lahan pertanian. Akibatnya, sebagian sawah tidak mendapatkan pasokan air yang cukup, terutama pada musim kemarau.

Melalui program rehabilitasi ini, pemerintah berupaya memperbaiki saluran irigasi yang rusak atau tidak berfungsi optimal agar distribusi air dapat berjalan lebih lancar.

Libatkan Petani dan Pemerintah Daerah

Pelaksanaan rehabilitasi irigasi tersier juga melibatkan partisipasi kelompok tani dan pemerintah daerah. Pendekatan ini dinilai penting karena petani merupakan pihak yang paling memahami kondisi jaringan irigasi di wilayah mereka.

Selain mempercepat proses perbaikan, keterlibatan petani juga diharapkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjaga dan merawat saluran irigasi setelah direhabilitasi.

Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut, termasuk melalui koordinasi teknis serta pengawasan pelaksanaan di lapangan.

Perkuat Ketahanan Pangan

Kementerian Pertanian menilai rehabilitasi jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, produktivitas lahan pertanian dapat meningkat dan risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil di tengah berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim serta pertumbuhan jumlah penduduk.

Melalui percepatan rehabilitasi irigasi tersier, pemerintah berharap petani dapat meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di berbagai daerah.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa upaya memperkuat sektor pertanian memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, petani, hingga masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, program penguatan sistem irigasi diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional.