Ketegangan antara AS dan Iran mengancam sektor energi dan perdagangan Indonesia: Menteri

Ketegangan antara AS dan Iran mengancam sektor energi dan perdagangan Indonesia: Menteri

Ketegangan antara AS dan Iran mengancam sektor energi dan perdagangan Indonesia: Menteri

Taruhan bola – Ketegangan Iran Ancam Sektor Energi dan Perdagangan Indonesia: Menteri Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahwa konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi berdampak pada beberapa sektor perdagangan Indonesia, terutama yang terkait dengan energi dan biaya logistik. Santoso mencatat bahwa dampak terbesar akan terjadi jika distribusi minyak global terganggu, termasuk kemungkinan penutupan Selat Hormuz. Ia mengatakan sektor energi akan menjadi yang pertama merasakan dampaknya.

“Harga bahan bakar pasti akan naik jika penutupan Selat Hormuz benar-benar terjadi. Semoga hal itu tidak terjadi,” kata Santoso di sini pada Senin. Ia menambahkan bahwa sektor manufaktur termasuk yang paling rentan.

Proses produksi yang bergantung pada energi di Indonesia dapat menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi. Kenaikan biaya produksi, jelasnya, dapat mengurangi margin bisnis atau memicu kenaikan harga barang konsumen, yang berpotensi menurunkan daya saing produk Indonesia di Pasar global. Selain itu, sektor ekspor akan menghadapi tekanan ganda dari biaya produksi yang lebih tinggi dan permintaan global yang melemah di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Ekspor kita juga akan menghadapi biaya yang meningkat. Artinya, kita dan negara lain akan terkena dampaknya. Negara-negara yang membutuhkan bahan baku akan merasakan dampaknya, dan barang jadi juga akan terpengaruh,” katanya.

Untuk mengatasi risiko ini, ia menekankan pentingnya melindungi perdagangan domestik. Konsumsi domestik, yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi, dianggap sebagai bantalan terhadap fluktuasi global. Pemerintah akan memaksimalkan langkah-langkah stimulus dan mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempertahankan daya beli rumah tangga, memastikan perdagangan domestik tetap berjalan meskipun tekanan global meningkat.

Selain itu, pemerintah akan fokus pada penguatan pasar domestik dan diversifikasi tujuan ekspor.