Jaringan ATM di Indonesia menyusut seiring dengan lonjakan layanan perbankan digital.
Slot online terpercaya – Jaringan ATM di Indonesia menyusut seiring dengan lonjakan layanan perbankan digital Berita terkait: Bank Indonesia mendorong reformasi sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Berita terkait: YLKI mendesak perusahaan untuk tidak menolak pembayaran tunai di tengah peralihan ke digital
Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia memperkirakan jumlah mesin ATM akan terus berkurang, didorong oleh adopsi cepat layanan perbankan digital dan sistem pembayaran tanpa tunai. Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan di Jakarta pada Senin bahwa keputusan untuk mengurangi jaringan ATM tetap menjadi pertimbangan bisnis bagi bank, namun perubahan perilaku pelanggan yang terkait dengan teknologi keuangan mempercepat peralihan dari infrastruktur fisik.Menurut laporan pengawasan perbankan terbaru OJK, jumlah ATM, mesin setoran tunai, dan mesin daur ulang tunai mencapai 89.
774 unit pada kuartal ketiga 2025, turun dari 91.173 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut menunjukkan penurunan bersih sebesar Selama periode 12 bulan, terdapat hampir 1.
400 mesin. Rae mengatakan bahwa platform digital kini memungkinkan pelanggan mengakses layanan perbankan kapan saja dan dari mana saja, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur fisik. Kemudahan transaksi mobile dan online yang semakin meningkat, ditambah dengan penggunaan pembayaran non-tunai yang semakin luas, telah membuat penarikan tunai menjadi kurang penting bagi banyak pelanggan.
Bank-bank juga berusaha meningkatkan efisiensi operasional dengan memperkuat layanan digital, mengurangi biaya infrastruktur, dan menyederhanakan proses bisnis.Rae mengatakan langkah-langkah ini tidak hanya membantu meningkatkan keuntungan bank tetapi juga mendukung transisi Indonesia menuju masyarakat tanpa uang tunai. “Sistem pembayaran non-tunai membuat transaksi ekonomi lebih efisien dan berpotensi mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas,” katanya.
Tren ini menyoroti transformasi yang lebih luas di sektor keuangan Indonesia, di mana adopsi digital sedang mengubah layanan perbankan dan mempercepat pergerakan negara menuju ekosistem yang lebih modern dan tanpa uang tunai. nomy, tambah Rae.