Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian untuk memperkuat sinergi ekonomi bilateral.

Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian untuk memperkuat sinergi ekonomi bilateral.

Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian untuk memperkuat sinergi ekonomi bilateral.

Liga335 – AS menandatangani kesepakatan untuk memperkuat sinergi ekonomi bilateral Berita terkait: Kadin mendukung langkah strategis dalam menanggapi tarif balasan AS
Jakarta (ANTARA) – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dengan Kamar Dagang AS melalui penandatanganan nota kesepahaman. Ketua Kadin Anindya Novyan Bakrie menggambarkan perjanjian ini sebagai langkah positif dan angin segar bagi sektor bisnis dan tenaga kerja Indonesia.”Ini adalah kabar baik bagi perekonomian Indonesia, pengusaha Indonesia, dan pekerja di Indonesia.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kamar Dagang AS dan CIPE (Pusat Perusahaan Swasta Internasional) atas dukungan mereka dalam memperkuat kapasitas Kadin, termasuk dalam upaya kami untuk bergabung dengan OECD,” ujarnya dalam pernyataan pada Sabtu. Kadin dan Kamar Dagang AS secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terbaru untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi bilateral. Perjanjian ini, yang berlaku selama dua tahun, ditandatangani di kantor pusat Kamar Dagang Amerika Serikat di Washington, D.

C., AS, pada hari Jumat, waktu setempat. Perjanjian Kerjasama (MoU) ini ditandatangani pada waktu yang penting setelah diterbitkannya Laporan Perkiraan Perdagangan Nasional 2025.

Perjanjian ini merupakan langkah konkret Indonesia untuk mengurangi hambatan perdagangan, terutama hambatan non-tarif, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi bersama di kawasan Indo-Pasifik. Bakrie mencatat bahwa kerja sama ini akan memperluas peluang bagi industri padat karya yang menyerap jutaan pekerja. Indonesia merupakan eksportir beberapa produk, yaitu sepatu, karet, elektronik, dan pakaian.

Saat ini, ketiga industri tersebut menyerap sekitar 2,1 juta pekerja. Semoga angka ini akan bertambah besar,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa kerja sama ini dapat membantu pelaku usaha AS mendapatkan akses yang lebih besar ke pasar Indonesia.”

Jika kita dapat mewujudkan hubungan perdagangan yang lebih seimbang, kita dapat menjadi mitra bagi mereka dalam ekspor s Kacang kedelai untuk tempe, kapas untuk industri tekstil, produk susu, dan gandum. Hal ini terkait dengan industri padat karya dan sektor pertanian di Indonesia,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Presiden Senior dan Kepala Divisi Internasional Kamar Dagang Amerika Serikat (US Chamber of Commerce), John Murphy, menekankan pentingnya kerja sama yang lebih erat untuk meningkatkan potensi ekonomi hubungan antara kedua negara.

Dia juga menyatakan bahwa Kamar Dagang AS menghargai hubungan jangka panjangnya dengan Kadin dan menganggap pasar Indonesia sebagai prioritas tinggi. Namun, Murphy mencatat bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara belum optimal. Sejak 2002, AS telah menginvestasikan lebih dari US$6 miliar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hubungan bilateral ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2023.