3 Berita Teratas Hari Ini: Indonesia Turun ke Peringkat 122 dalam Peringkat FIFA Terbaru
Taruhan bola – TEMPO.CO, Jakarta – Tempo English merangkum 3 berita teratas pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Berikut ini poin-poin utamanya: Indonesia Turun ke Peringkat 122 dalam Peringkat FIFA Terbaru; Indonesia dan Australia Meningkatkan Latihan Militer Bersama; dan Indonesia Menargetkan Menciptakan 9 Juta Tenaga Kerja Digital pada 2030.
Berikut adalah daftar 3 berita teratas di Tempo English hari ini:
1. Indonesia Turun ke Peringkat 122 dalam Peringkat FIFA Terbaru
Timnas Indonesia turun tiga peringkat dalam daftar FIFA terbaru yang dirilis pada Jumat, 17 Oktober 2025. Tim Garuda kini menempati posisi ke-122 di dunia, turun dari peringkat ke-119, yang merupakan salah satu pencapaian terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan ini terjadi setelah hasil buruk pada putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Selama periode tersebut, Indonesia menelan dua kekalahan, 2-3 melawan Arab Saudi dan 0-1 melawan Irak. Kedua hasil negatif ini berdampak signifikan terhadap poin FIFA Indonesia.
Meskipun menunjukkan semangat tinggi, Joey Pelupessy dan rekan-rekannya Tim-tim tersebut gagal menandingi pengalaman dan kualitas lawan-lawan yang peringkatnya jauh di atas mereka. Kekalahan-kekalahan tersebut tidak hanya menggagalkan perjalanan Indonesia ke babak final dan babak kelima, tetapi juga menyebabkan posisi tim nasional turun dalam peringkat dunia.
2.
Indonesia dan Australia Tingkatkan Latihan Militer Bersama
Pimpinan Angkatan Pertahanan Australia (ADF), Laksamana David Johnston, mengatakan bahwa kemitraan dengan Indonesia diwujudkan melalui peningkatan jumlah latihan militer bersama.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 17 Oktober 2025, Johnston mencatat bahwa peningkatan latihan militer bersama tersebut menegaskan pentingnya Indonesia bagi Australia.
“Pimpinan Angkatan Pertahanan Australia akan selalu memantau aktivitas di sekitar kami.
Sebagai tetangga, Australia menyadari pentingnya stabilitas, keamanan, dan kedaulatan Indonesia, yang juga penting bagi keamanan Australia,” katanya.
Johnston menambahkan bahwa kemitraan antara kedua negara telah menjalin kerja sama yang lebih erat setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan.
3.
Indonesia Menargetkan 9 Juta Tenaga Kerja Digital pada 2030
Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan 9 juta tenaga kerja digital di Indonesia pada tahun 2030, bertepatan dengan puncak bonus demografi usia produktif. Target ini akan dicapai melalui program pelatihan Beasiswa Tenaga Kerja Digital (DTS), terutama bagi kaum muda.
Kementerian tersebut berkoordinasi dengan perusahaan teknologi terkemuka seperti Huawei, Microsoft, Google, dan Meta untuk merumuskan metode, materi, dan peta jalan pelaksanaan program tersebut.
“Perusahaan teknologi global ini akan berperan dalam memberikan informasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital mengenai perkembangan di dunia teknologi serta kondisi lapangan saat ini,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, pada Forum Talenta Digital di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025.
Pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan mengalami demograf Sebagai tambahan, di mana 64–68 persen, atau sekitar 208 juta penduduknya, akan didominasi oleh kelompok usia produktif (15–60 tahun).