Prabowo menegaskan kembali posisi netral Indonesia terkait perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Prabowo menegaskan kembali posisi netral Indonesia terkait perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Prabowo menegaskan kembali posisi netral Indonesia terkait perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Taruhan bola – TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menjelaskan posisi Indonesia terkait perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Prabowo mengatakan Indonesia berada di jalur yang benar dengan tidak memihak salah satu pihak yang bertikai di Timur Tengah.

Ia menyatakan bahwa perang saat ini terjadi di hampir seluruh wilayah dunia, terutama di Timur Tengah. “Beberapa waktu lalu, kita menyadari ada perang besar di Eropa, di Ukraina. Kini, hampir seluruh Timur Tengah terdampak,” kata Ketua Partai Gerindra saat kunjungannya ke Provinsi Aceh pada Senin, 9 Maret 2026, seperti dilaporkan oleh Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, eskalasi perang antara AS dan Israel melawan Iran telah berdampak pada hampir seluruh wilayah Timur Tengah. Meskipun Indonesia secara geografis jauh dari wilayah tersebut, Prabowo mengatakan dampaknya tetap dirasakan di negara ini. “Bumi kita benar-benar telah menjadi kecil; apa yang terjadi di satu wilayah akan berdampak pada wilayah lain,” katanya.

Ia mengatakan Indonesia telah. Telah mengambil sikap yang benar dengan tidak memihak siapa pun. “Negara dan bangsa kita berada di jalur yang benar.

Kita berada di jalur non-blok. Kita selalu tetap di jalur non-blok aktif,” katanya. Prabowo mengatakan Indonesia menghormati semua negara.

“Kita tidak ingin bergabung dengan blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan. Kita menghormati semua negara.

Itulah Indonesia,” ujarnya. Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah militer AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut mengakibatkan kematian beberapa pemimpin Iran terkemuka, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa anggota keluarganya.

Iran membalas dengan menyerang fasilitas Israel dan AS di Timur Tengah. Menanggapi perang tersebut, Presiden Prabowo menawarkan diri sebagai mediator untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. “Ini tentu sejalan dengan prinsip non-blok aktif untuk terus mendorong penyelesaian damai dan mencegah penyebaran konflik,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang dalam sebuah.

Konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026.