Onkolog menjelaskan bagaimana bahkan ‘1 gelas sehari’ dapat secara perlahan meningkatkan risiko kanker mulut; membagikan tanda-tanda peringatan dini.

Onkolog menjelaskan bagaimana bahkan '1 gelas sehari' dapat secara perlahan meningkatkan risiko kanker mulut; membagikan tanda-tanda peringatan dini.

Onkolog menjelaskan bagaimana bahkan '1 gelas sehari' dapat secara perlahan meningkatkan risiko kanker mulut; membagikan tanda-tanda peringatan dini.

Liga335 daftar – Dia menambahkan, “Ketiga, karena alkohol mengurangi produksi air liur, mulut Anda tidak lagi dapat berfungsi dengan baik sebagai mekanisme pertahanan alami, yang dapat menyebabkan peradangan. Jika faktor-faktor ini terjadi secara terus-menerus seiring waktu, mereka mengganggu proses perbaikan sel normal dan meningkatkan kemungkinan sel menjadi kanker.” Dr.

Sandeep Nayak, Ketua Onkologi dan Direktur Eksekutif Onkologi Bedah dan Bedah Robotik, KIMS Hospitals Bengaluru, berbagi dengan HT Lifestyle, “Pertama, minum alkohol menghasilkan acetaldehida, zat beracun yang merusak DNA sel-sel di mulut Anda. Kedua, konsumsi alkohol meningkatkan permeabilitas jaringan mulut, memungkinkan zat berbahaya masuk dengan mudah.” Menurut studi, 62% dari semua kanker mulut di negara ini disebabkan oleh kombinasi penggunaan tembakau dan alkohol.

Meskipun tembakau tetap menjadi faktor risiko utama, temuan menunjukkan bahwa konsumsi alkohol juga dapat secara signifikan meningkatkan risiko mengembangkan kanker mulut. (Juga: Ahli jantung mengungkapkan bagaimana seorang pria berusia 37 tahun dari Hyderabad.) Seorang pria yang berlari 5 km setiap hari, tidak pernah minum alkohol atau merokok, ‘membutuhkan 2 stent jantung’ ) Sebuah studi oleh peneliti di Pusat Epidemiologi Kanker dan Institut Nasional Homi Bhabha menemukan bahwa lebih dari 6 dari 10 kasus kanker mulut di India terkait dengan alkohol dan penggunaan produk tembakau tanpa asap seperti gutkha, khaini, dan paan.

Kanker mulut sering dikaitkan dengan merokok atau mengunyah tembakau, tetapi tidak terbatas pada kebiasaan tersebut. Banyak orang percaya bahwa mereka berisiko rendah jika tidak menggunakan tembakau, namun bahkan pilihan kecil seperti minum alkohol setiap hari dapat meningkatkan kerentanan. Tanda dan gejala awal kanker mulut “Tanda-tanda kanker mulut dapat dikenali sejak dini dengan adanya perubahan warna putih atau merah yang hampir terus-menerus pada jaringan (yang dikenal sebagai bercak) di dalam mulut; kesulitan membuka mulut secara penuh; pendarahan tanpa sebab yang jelas; gigi goyang dan nyeri saat makan dan menelan,” jelas Dr.

Sandeep. “Jika Anda mengalami gejala-gejala ini selama lebih dari 2 hingga 3 minggu, Anda harus v “Kunjungi dokter, karena deteksi dini dapat meningkatkan hasil pengobatan dan membantu diagnosis yang tepat waktu,” tambahnya. Apa saja faktor risiko?

“Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker mulut, termasuk penggunaan tembakau dan alkohol, tetapi beberapa faktor risiko lain yang terkait dengan kanker mulut adalah:- ● Kebersihan mulut yang buruk ● Iritasi kronis pada mulut, seperti saat tepi gigi tajam ● Infeksi Human Papillomavirus (HPV) ● Paparan sinar matahari berlebihan pada bibir ● Peradangan jangka panjang di rongga mulut Faktor gaya hidup lain dan faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko Anda,” kata Dr Nayak. Langkah-langkah pencegahan yang perlu dipertimbangkan “Menghilangkan tembakau dan alkohol dari kehidupan Anda mungkin merupakan hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker mulut. Namun, ada langkah-langkah lain yang dapat Anda ambil untuk membantu mencegah kanker mulut, termasuk:- ● Mengunjungi dokter gigi secara teratur untuk memeriksa mulut Anda dan menangani masalah gigi sebelum menjadi parah ● Merawat mulut Anda dengan baik Menjaga kebersihan mulut ● Mengonsumsi diet seimbang ● Melakukan pemeriksaan rutin untuk kanker mulut ● Mengetahui tanda dan gejala kanker mulut “Ada berbagai jalur perkembangan kanker mulut, dan vaksin HPV untuk mengurangi risiko adalah salah satu jalur tersebut.

Perlindungan terbaik terhadap kanker mulut adalah dengan memahami penyakit, meningkatkan kesadaran, dan bertindak dini,” kata Dr. Sandeep. Catatan untuk pembaca: Artikel ini hanya untuk tujuan informasional dan bukan pengganti nasihat medis profesional.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk pertanyaan atau kondisi medis apa pun.