Influencer Tradwife tidak hanya menjual estetika; mereka juga menjual anti-feminisme.

Influencer Tradwife tidak hanya menjual estetika; mereka juga menjual anti-feminisme.

Influencer Tradwife tidak hanya menjual estetika; mereka juga menjual anti-feminisme.

Liga335 daftar – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah ‘tradwife’ (singkatan dari ‘traditional wife’) telah mendapatkan popularitas di berbagai platform media sosial. Konsep ini dipresentasikan melalui video dan postingan, yang berfokus pada perempuan yang menerima peran domestik tradisional dalam pernikahan. Pada pandangan pertama, konten ini tampak tidak berbahaya, bahkan menenangkan: masakan rumahan, pagi yang tenang, gaun vintage, dan penekanan pada rumah dan keluarga.

Namun, di balik estetika yang dirancang dengan cermat ini, terdapat ideologi yang lebih luas yang layak mendapat perhatian lebih. Apa Arti ‘Tradwife’? Tradwife umumnya mengadopsi peran gender tradisional dalam pernikahan, dengan fokus pada urusan rumah tangga, pengasuhan anak, dan mendukung suami yang digambarkan sebagai pemimpin dan penyedia nafkah keluarga.

Hal ini sering dipersembahkan sebagai pilihan pribadi yang mengutamakan kefemininan, kehangatan rumah tangga, dan kestabilan. Influencer media sosial memainkan peran besar dalam membentuk citra ini, dengan menawarkan tutorial memasak dari nol, rutinitas pembersihan, homeschooling, dan gaya hidup mandiri. Peran Influencer dan Algoritma Platform seperti Instagram telah memperkuat konten tradwife melalui hig.

Visual yang menarik dan narasi yang menenangkan. Tips berkebun, video memasak, dan saran rumah tangga menjadi titik masuk. Seiring waktu, however, audiens mungkin terpapar pesan yang melampaui kehidupan domestik, termasuk gagasan yang menggambarkan feminisme sebagai berbahaya dan menggambarkan kemandirian wanita sebagai sumber ketidakbahagiaan.

Apa yang dimulai sebagai inspirasi dapat secara bertahap memperkenalkan ketidakpercayaan terhadap institusi seperti sains, kedokteran, pendidikan, dan pemerintah, dengan menggabungkan konten rumah tangga dan pesan ideologis. Aliran Anti-Feminis Tema berulang dalam beberapa ruang tradwife mengklaim bahwa feminisme modern telah ‘gagal’ melayani perempuan dengan menarik mereka keluar dari peran alami mereka di rumah. Narasi ini berargumen bahwa kepuasan berasal dari kepatuhan, keibuan, dan pekerjaan rumah tangga, sementara menggambarkan ambisi karier dan kesetaraan gender sebagai sumber stres atau kemerosotan moral.

Kerangka ini dapat sangat berpengaruh pada perempuan muda dan gadis yang menemui konten tradwife saat mencari bimbingan, rasa memiliki, atau stabilitas. Kritikus berargumen bahwa pesan-pesan semacam ini Risiko membatasi cara pemirsa muda membayangkan masa depan mereka, dengan menggambarkan peran tradisional sebagai satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. Mengapa Percakapan Penting Tidak semua kreator tradwife mempromosikan ide-ide ekstremis atau konspiratif.

Namun, tumpang tindih antara konten estetika dan pesan ideologis telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan peneliti dan pengikut. Masalahnya lebih berkaitan dengan cara peran tradisional dipromosikan sebagai superior, tak terhindarkan, atau secara moral diperlukan, daripada tentang urusan rumah tangga itu sendiri.