Indonesia mempertahankan batas defisit 3 persen di tengah ancaman perang di Timur Tengah yang membayangi perekonomian
Taruhan bola – Indonesia Tetap Pertahankan Batas Defisit 3 Persen di Tengah Ancaman Perang Timur Tengah terhadap Perekonomian
Berita terkait: Kementerian Mendorong Perguruan Tinggi untuk Berperan dalam Memperkuat Perekonomian Lokal
Berita terkait: Menjalin Masa Depan Ekonomi Kreatif
Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tidak akan menaikkan batas defisit sebesar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) meskipun ada potensi dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah.Batas defisit adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita sendiri. Kami tidak berencana untuk mengubahnya kecuali jika terjadi keadaan darurat besar, seperti selama pandemi COVID-19,” kata presiden dalam wawancara baru-baru ini dengan Bloomberg.
Sebagaimana dikonfirmasi oleh pernyataan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada hari Senin, Prabowo menjelaskan bahwa batas defisit merupakan instrumen disiplin penting bagi kebijakan fiskal negara yang ditetapkan oleh undang-undang. “Saya berharap kita tidak akan mengubahnya,” tambahnya. Dalam wawancara yang sama, presiden meyakini bahwa Indonesia berada dalam situasi yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan negara-negara lain Ya, karena dunia sedang menghadapi ketidakpastian akibat perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Di tengah ancaman krisis energi akibat gangguan di Selat Hormuz, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia akan mengoptimalkan sumber daya alternatifnya, seperti minyak sawit dan batu bara, yang relatif lebih terjangkau dan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi negara.Pada saat yang sama, Indonesia juga akan memanfaatkan sumber energi terbarukan, termasuk geotermal, surya, angin, dan biofuel. “Jika kita dapat mengatasi ini, kita akan menjadi sangat efisien dalam dua tahun .
kita akan bebas, bebas dari ketergantungan pada sumber eksternal,” tegasnya.Selama rapat kabinet pleno pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberitahu presiden bahwa akan “sulit” bagi Indonesia untuk mempertahankan batas defisit 3 persen jika perang di Timur Tengah berlanjut lebih dari enam hingga sepuluh bulan.Sementara itu, juga pada Senin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah sedang merencanakan putaran pemangkasan anggaran berikutnya di kementerian dan lembaga untuk memastikan Indonesia dapat mempertahankan batas defisit.