Indonesia melarang naik gajah dalam langkah kebijakan kesejahteraan yang bersejarah.

Indonesia melarang naik gajah dalam langkah kebijakan kesejahteraan yang bersejarah.

Indonesia melarang naik gajah dalam langkah kebijakan kesejahteraan yang bersejarah.

Liga335 – Dalam langkah bersejarah di bidang kesejahteraan hewan, pemerintah Indonesia telah menghentikan aktivitas naik gajah secara nasional, mengakhiri salah satu bentuk pariwisata satwa liar yang paling kontroversial di kawasan ini. Keputusan ini mengikuti arahan pemerintah yang mewajibkan semua fasilitas konservasi dan pariwisata untuk menghentikan aktivitas naik gajah dan beralih ke pengalaman yang etis dan berbasis pengamatan. Langkah ini merupakan kemenangan besar bagi gajah-gajah yang dipelihara dan datang setelah bertahun-tahun kampanye dari beberapa organisasi kesejahteraan hewan, yang telah lama mengungkap kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas naik gajah dan menyerukan tindakan global untuk mengakhiri atraksi satwa liar yang kejam.

Pemerintah menerbitkan instruksi mengikat Pada akhir 2025, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Indonesia menerbitkan Surat Edaran No. 6 2025, secara resmi menghentikan aktivitas naik gajah di semua fasilitas konservasi dan pariwisata di seluruh negeri. Fasilitas yang tidak mematuhi instruksi ini berisiko kehilangan izin operasionalnya, menurut Bali Natural Reso Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), yang telah memantau implementasi di lapangan.

Mason Elephant Park di Bali, salah satu tempat terakhir yang menawarkan naik gajah, menghentikan aktivitas naik gajah pada 25 Januari 2026 setelah menerima peringatan resmi dan kini beralih ke aktivitas pariwisata yang lebih etis. Mengapa naik gajah merugikan gajah Naik gajah secara luas diakui oleh para ilmuwan dan ahli kesejahteraan hewan sebagai aktivitas yang merugikan. Hal ini sering melibatkan metode pelatihan yang menyakitkan dan stres untuk memaksa gajah menerima penunggang, membatasi perilaku alami mereka, dan dapat menyebabkan kerusakan fisik dan psikologis jangka panjang.

Penyelidikan kami tentang pariwisata satwa liar di Bali dan Asia Tenggara secara berulang kali menyoroti penderitaan yang dialami gajah yang digunakan untuk hiburan dan interaksi kontak dekat. Mengakhiri penunggang gajah menghilangkan kebutuhan akan praktik-praktik merugikan ini dan memungkinkan gajah untuk menghabiskan lebih banyak waktu pada perilaku alami seperti bersosialisasi, merumput, dan mandi. Kami mengadvokasi pengalaman satwa liar yang memprioritaskan Hormati kesejahteraan dan pendidikan hewan, bukan eksploitasi untuk hiburan.

Anda dapat membuat perbedaan bagi hewan-hewan yang rentan. Donasi sekarang Ketika Anda melakukan donasi, Anda akan bergabung dengan kelompok pendukung yang bersemangat yang bertekad untuk mengubah nasib hewan-hewan tersebut. Kami berjuang melawan kekejaman di mana pun kami menemukannya — apakah Anda bersama kami?

Klik untuk berdonasi Pergeseran menuju pariwisata satwa liar yang etis Pedoman ini sejalan dengan harapan global yang semakin meningkat bahwa pariwisata harus bertanggung jawab dan manusiawi. Fasilitas dan lokasi di sekitarnya semakin mempromosikan interaksi satwa liar yang etis, yang berfokus pada pengamatan, pendidikan, dan konservasi, bukan kontak langsung dan naik-naik. Laporan kami, termasuk “Checking Out Cruelty” dan “Holidays That Harm,” telah mendokumentasikan bagaimana naik gajah dan aktivitas serupa mengeksploitasi satwa liar dan gagal memberikan manfaat konservasi yang sejati.

Kami mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia atas langkah inovatif ini dalam melindungi martabat satwa liar. Penghentian naik gajah di Indonesia s Keputusan ini mengirimkan sinyal kuat kepada industri pariwisata secara luas bahwa kita memasuki babak baru pariwisata satwa liar yang lebih bertanggung jawab. Kemenangan luar biasa ini bagi gajah-gajah datang setelah bertahun-tahun advokasi tanpa henti dan keterlibatan langsung di lapangan, termasuk lebih dari 10.

000 warga Indonesia, Australia, dan Selandia Baru yang menandatangani petisi kami yang mendesak Mason Elephant Park untuk menghentikan praktik menunggangi gajah. Bagi para pelancong dan industri pariwisata, keputusan ini membantu memperjelas pilihan etis, menegaskan bahwa liburan tidak boleh mengorbankan kesejahteraan gajah, baik di Indonesia maupun destinasi lain. Kami mendorong para pelancong untuk menghindari tempat-tempat yang mempromosikan eksploitasi dan mencari pengalaman yang memungkinkan gajah dan satwa liar lainnya diamati dengan cara yang menghormati kesejahteraan mereka.

Para pengunjung juga dapat mendukung perusahaan pariwisata bertanggung jawab yang memiliki kebijakan kesejahteraan dan mempromosikan atraksi yang berkontribusi pada konservasi dan mata pencaharian berkelanjutan di komunitas lokal.