Indonesia berencana menyelesaikan 30.000 fasilitas koperasi desa pada bulan Mei.
Liga335 – Indonesia berencana menyelesaikan 30.000 fasilitas koperasi desa pada Mei Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, telah menetapkan target untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung bagi 30.000 koperasi dalam program Koperasi Desa Merah Putih pada Mei 2026.
Targetnya adalah menyelesaikan konstruksi antara Mei dan Juni. Setelah fasilitas siap, kita dapat melanjutkan dengan operasionalisasi koperasi,” ujarnya setelah pertemuan koordinasi terbatas di kantornya di Jakarta pada Kamis.Dia mencatat bahwa koperasi-koperasi tersebut dimaksudkan untuk membuat pupuk, bahan pokok, LPG bersubsidi, dan komoditas dasar lainnya lebih mudah diakses oleh komunitas pedesaan melalui fasilitas yang sedang dibangun.
Hasan menambahkan bahwa pemerintah juga membayangkan koperasi-koperasi tersebut berperan sebagai pembeli produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah lokal untuk membantu menggerakkan ekonomi pedesaan.Dalam pernyataan terpisah, Joao Angelo de Sousa Mota, direktur utama Perusahaan pangan milik negara PT Agrinas Pangan Nusantara melaporkan bahwa 680 gedung koperasi telah selesai dibangun hingga saat ini, sebagian besar berlokasi di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. “Untuk wilayah di luar Jawa, jumlahnya rata-rata 10 hingga 14 unit,” tambahnya.
Mota meyakinkan masyarakat bahwa pembangunan masih berlangsung untuk 29.424 koperasi desa di seluruh negeri. Dia juga mengungkapkan target yang lebih ambisius untuk menyelesaikan pembangunan 30.
000 koperasi hingga April 2026. “Target saya adalah menyelesaikan pembangunan untuk 60.000 hingga 80.
000 koperasi hingga Juli,” katanya, menekankan antusiasme penduduk pedesaan untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek tersebut.Pada Oktober 2025, pemerintah memfasilitasi kesepakatan antara PT Agrinas dan militer untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas untuk lebih dari 80 ribu koperasi desa yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli. Di bawah kepemimpinan Prabowo, pemerintah mendirikan koperasi-koperasi tersebut dengan 13 tujuan, termasuk memberdayakan Meningkatkan kesejahteraan penduduk pedesaan, menciptakan lapangan kerja, mempermudah akses terhadap komoditas dan layanan esensial, mengurangi kemiskinan ekstrem, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan nilai tukar petani.