Indonesia, Australia, dan WHO bermitra untuk mentransformasi layanan kesehatan.
Liga335 – Jakarta, 27 November 2025 – Australia dan Indonesia menandatangani perjanjian kemitraan baru bulan ini di Jakarta untuk bekerja sama dalam membangun sistem pelayanan kesehatan primer yang lebih inklusif, tangguh, dan mudah diakses. Kemitraan ini merupakan bagian dari Kemitraan Australia-Indonesia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT). “Australia berdiri bersama Indonesia dan WHO dalam mendorong akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan berkualitas,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier.
“Kemitraan ini berlanjut melalui inisiatif KITA SEHAT, mencerminkan komitmen bersama kami untuk memastikan bahwa semua orang dapat mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan dan layak dapatkan.” Dalam kemitraan ini, WHO akan bekerja sama dengan otoritas Indonesia dan mitra internasional untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan akses ke layanan berkualitas, termasuk imunisasi. Program ini akan membantu membangun tenaga kesehatan yang lebih kuat melalui pelatihan terarah dan pengembangan kepemimpinan, terutama untuk perawat dan bidan, serta mendorong Transformasi kesehatan digital Indonesia melalui peningkatan penggunaan data dan interoperabilitas.
Menyadari bahwa krisis kesehatan berdampak lebih besar pada populasi rentan, program ini juga akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam mendeteksi dan merespons ancaman kesehatan melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Dr. N.
Paranietharan, Perwakilan WHO di Indonesia, mengatakan, “Dengan memperkuat pelayanan kesehatan primer sebagai landasan cakupan kesehatan universal, kita sedang membangun sistem yang lebih tangguh, lebih adil, dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Kolaborasi ini menunjukkan apa yang mungkin dicapai ketika kita menempatkan manusia di pusat segala yang kita lakukan.” Pertimbangan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial akan diintegrasikan secara sistematis sepanjang program, termasuk melalui data yang disegregasi, keterlibatan dengan organisasi perempuan dan disabilitas, serta penyediaan dukungan kebijakan dan teknis untuk pengembangan layanan kesehatan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Layanan kesehatan.