‘Bukan body-shaming’: Menteri Kesehatan Indonesia membela pernyataan kontroversial yang viral terkait ukuran celana jeans pria.
Liga335 daftar – JAKARTA: Menteri Kesehatan Indonesia membela komentar kontroversialnya yang menyebut pria dengan ukuran celana jeans 33 inci atau lebih sebagai “pasti obesitas” dan “lebih mungkin bertemu Tuhan lebih cepat.” Pernyataan Budi Gunadi Sadikin menuai gelombang kritik dari netizen di seluruh negeri. “Saya tidak sedang menghina tubuh siapa pun,” kata Budi pada Rabu (14 Mei) seperti dikutip oleh media lokal Jakarta Globe.
“Saya hanya menerjemahkan tips kesehatan dengan cara yang mudah dipahami orang.” Berlangganan ’s Morning Brief Kurasi otomatis berita teratas kami untuk memulai hari Anda. Layanan ini tidak ditujukan untuk orang yang tinggal di Uni Eropa.
Dengan mengklik berlangganan, saya setuju untuk menerima pembaruan berita dan materi promosi dari Mediacorp dan mitra Mediacorp. Memuat Memuat
Sebelumnya pada hari yang sama, Budi mengatakan bahwa seorang pria yang membeli celana jeans dengan ukuran di atas 32-33 inci “pasti obesitas”. “Orang yang obesitas pasti akan bertemu Tuhan lebih cepat daripada mereka yang memakai ukuran 32,” katanya seperti dikutip oleh platform berita lokal Antara.
“Menurut Menurut standar Kementerian Kesehatan Indonesia, lingkar pinggang yang sehat untuk pria adalah 90 cm atau kurang,” jelas Budi saat peluncuran tiga layanan kesehatan baru bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat.
Tiga program kesehatan baru tersebut adalah ‘Pasukan Putih’ atau White Force, JakCare, dan JakAmbulans yang bertujuan untuk membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses oleh masyarakat. Ia menambahkan bahwa cara sederhana untuk memeriksa ukuran lingkar pinggang yang sehat adalah dengan merujuk pada ukuran celana jeans yang biasa dipakai.
Angka 90 cm yang disebutkan Budi setara dengan sekitar 35,4 inci. Menanggapi kritik di media sosial, Budi menjelaskan bahwa tujuannya adalah membantu masyarakat memahami bahaya obesitas abdominal tanpa menggunakan istilah medis teknis. “Lemak visceral cenderung menumpuk di sekitar perut.
Jika menyebar ke organ lain seperti jantung atau hati, hal itu bisa sangat berbahaya,” kata Budi pada Rabu, seperti dikutip media lokal.