Nusantara(delapantoto) — Di tengah bentang hutan yang bertransformasi menjadi pusat pemerintahan baru, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berjalan dengan ritme panjang dan penuh kehati-hatian. Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengawal pembangunan IKN, memastikan proyek strategis nasional ini berlanjut konsisten, tertib, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Pernyataan Basuki bukan sekadar penegasan politik. Ia lahir dari rangkaian koordinasi, arahan, dan perhatian langsung terhadap detail pembangunan—dari infrastruktur dasar hingga tata kelola kawasan yang berkelanjutan.
Komitmen di Balik Keputusan
Basuki menuturkan, komitmen Prabowo tercermin pada sikap yang menempatkan IKN sebagai agenda jangka panjang negara, bukan proyek sesaat. Pembangunan harus berjalan dengan perencanaan matang, pembiayaan yang sehat, serta pengawasan ketat agar manfaatnya dirasakan lintas generasi.
“Yang dikawal bukan hanya bangunannya, tapi juga tata kelolanya,” kata Basuki. Penekanan ini menegaskan bahwa keberhasilan IKN diukur dari fungsi dan keberlanjutan—bukan semata kecepatan.
Keamanan Publik dan Ketahanan Negara
Pembangunan ibu kota baru menyentuh aspek keamanan publik dan ketahanan nasional. Infrastruktur yang andal—jalan, air, sanitasi, dan energi—menjadi fondasi layanan publik yang aman. Basuki menyebut, arahan Prabowo konsisten pada prinsip keselamatan, kualitas konstruksi, dan kesiapsiagaan bencana.
IKN dirancang untuk mengurangi beban Jakarta sekaligus menghadirkan pusat pemerintahan yang lebih tangguh terhadap risiko iklim. Dalam konteks ini, komitmen pengawalan berarti memastikan standar keselamatan diterapkan sejak tahap perencanaan.
Human Interest: Harapan Warga dan Pekerja
Di lapangan, ribuan pekerja menata masa depan mereka di antara alat berat dan jalan yang baru dibuka. Bagi warga sekitar, IKN membawa harapan akan akses layanan, lapangan kerja, dan kualitas hidup yang lebih baik. “Kami ingin pembangunan ini membawa kebaikan bagi semua,” ujar seorang pekerja proyek.
Basuki menekankan pentingnya pendekatan manusiawi—melindungi keselamatan pekerja, melibatkan masyarakat lokal, dan menjaga ruang hidup agar tidak terpinggirkan oleh pembangunan besar.
Hukum, Tata Kelola, dan Akuntabilitas
Pengawalan pembangunan juga berarti menjaga kepastian hukum dan akuntabilitas. Basuki menyebut arahan Prabowo menekankan transparansi pengadaan, kepatuhan standar, serta koordinasi lintas lembaga. Dengan tata kelola yang rapi, kepercayaan publik dapat dipertahankan.
IKN dibangun dengan pendekatan bertahap—memastikan setiap fase siap sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Prinsip ini menekan risiko dan memaksimalkan manfaat.
IKN sebagai Kota Masa Depan
Basuki menambahkan, komitmen pengawalan mencakup visi kota hijau dan cerdas: pengelolaan air terpadu, transportasi berkelanjutan, dan ruang publik yang inklusif. IKN diharapkan menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat selaras dengan alam dan kemanusiaan.
Visi ini membutuhkan konsistensi lintas pemerintahan. Di sinilah komitmen politik berperan—menjaga arah agar tidak berubah oleh dinamika jangka pendek.
Penutup: Konsistensi Menjadi Kunci
Ungkapan Basuki tentang komitmen kuat Prabowo mengawal pembangunan IKN menegaskan satu hal: pembangunan besar memerlukan konsistensi dan empati. Dari kebijakan hingga praktik lapangan, pengawalan berarti memastikan keselamatan, keberlanjutan, dan manfaat publik berjalan seiring.
Di Nusantara, fondasi bukan hanya ditanam di tanah, tetapi juga pada tata kelola dan kepercayaan. Ketika komitmen dijaga, harapan warga menemukan pijakannya—bahwa IKN bukan sekadar ibu kota baru, melainkan rumah bersama yang aman dan bermartabat.