Indonesia membangun fondasi untuk menjadi pemimpin global di bidang pangan.

Indonesia membangun fondasi untuk menjadi pemimpin global di bidang pangan.

Indonesia membangun fondasi untuk menjadi pemimpin global di bidang pangan.

Liga335 daftar – Indonesia membangun fondasi untuk menjadi pemimpin global dalam bidang pangan Presiden Soekarno pernah mengatakan, “Masalah pangan adalah urusan hidup dan mati suatu bangsa.”Pernyataan ini disampaikan pada upacara peletakan batu pertama gedung Fakultas Pertanian Universitas Indonesia, yang kemudian menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB), 72 tahun yang lalu. Upaya yang dimulai di Bogor, Jawa Barat, ini kini telah terwujud melalui pencapaian swasembada berkelanjutan, mengulang tradisi historis tahun 1984 dan 2019.

Acara yang digelar di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 7 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa produksi beras nasional per Desember 2025 mencapai 34,71 juta ton, surplus sekitar 4 juta ton dibandingkan dengan kebutuhan nasional.Angka ini hampir identik dengan proyeksi produksi beras di Indonesia oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) sebesar 35,6 juta ton. Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari Negara-negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di Asia Tenggara, melampaui Vietnam, Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, dan Malaysia.

Seiring dengan pencapaian ini, Indonesia tidak mengimpor beras untuk konsumsi atau jagung pakan hingga tahun 2025. Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa cadangan beras Indonesia tahun ini melampaui tingkat swasembada beras yang dicapai pada era Soeharto, yang mencapai sekitar 2 juta ton pada tahun 1984.Sementara itu, kapasitas produksi beras nasional saat ini telah melampaui 31,3 juta ton yang dicapai pada era Presiden Joko Widodo pada tahun 2019, sama seperti pada tahun 2020 dan 2021.

Presiden Prabowo, dalam pidatonya di Karawang, mengakui bahwa pencapaian swasembada pangan selama masa pemerintahannya tahun ini telah berkembang secara signifikan melampaui target awal.Saya yakin bahwa dalam empat hingga lima tahun ke depan, kita akan mencapai swasembada pangan. Bahkan, kita siap menjadi negara pengekspor pangan terbesar di dunia.

“Lumbung pangan,” ujarnya dalam pidato pelantikannya sebagai presiden. Kemandirian pangan juga telah ditetapkan sebagai salah satu pilar utama program Asta Cita pemerintah, bersama dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), keamanan energi berbasis biofuel, dan hilirisasi industri. Prabowo juga secara resmi mengumumkan peningkatan signifikan dalam anggaran keamanan pangan untuk mendukung percepatan kemandirian nasional.

Pada tahun fiskal 2025, alokasi total yang disalurkan mencapai Rp139,4 triliun (US$8 miliar), direalisasikan melalui penyerapan optimal hingga akhir tahun untuk memperkuat produksi beras dan jagung serta memastikan distribusi pupuk bersubsidi yang merata. Untuk tahun 2026, anggaran mencapai Rp210,4 triliun (US$12 miliar), meningkat 45,5 persen.Anggaran ini akan difokuskan pada penguatan sektor produksi pertanian sebesar Rp114,1 triliun (US$6,5 miliar) dan program stabilisasi harga pangan di tingkat konsumen untuk memastikan keterjangkauan bagi masyarakat.

Komitmen ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai dari perbaikan jaringan irigasi, intensifikasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui modernisasi peralatan, hingga peningkatan frekuensi penanaman. Sementara itu, upaya ekstensifikasi juga diperkuat melalui program penciptaan sawah baru di Merauke, Kalimantan, dan Sumatra Selatan, yang kini berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan tahun ini.Di tingkat petani, perbaikan dalam pengelolaan pupuk bersubsidi menjadi terobosan signifikan, di mana peraturan distribusi disederhanakan, jumlah pupuk ditingkatkan dua kali lipat, dan harga diturunkan sebesar 20 persen, memastikan pupuk sampai ke sasaran dengan lebih cepat dan efektif.

Pemerintah juga menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk beras mentah dari Rp5.500 (US$0,32) menjadi Rp6.500 (US$0,37) per kilogram tanpa syarat, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah.

Kebijakan ini. Menghilangkan peluang bagi perantara untuk menekan harga. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Indeks Harga Petani (NTP) pada Desember 2025 berada di angka 125,35, yang merupakan indeks bulanan tertinggi sejak setidaknya tahun 2019 hingga 2024, ketika indeks tersebut berkisar antara 100,90 hingga 119,62.

Cadangan beras pemerintah di Badan Logistik Nasional (Bulog), yang kini mencapai 4 juta ton, merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Cadangan yang kuat ini memungkinkan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pasar sambil sekaligus menekan aktivitas mafia pangan. Pada saat yang sama, sektor pertanian menunjukkan kinerja ekonomi yang impresif.

Pada Agustus 2025, ekspor pertanian mencapai Rp507,78 triliun (US$298 miliar), meningkat lebih dari 42 persen. Pada kuartal pertama 2025, sektor pertanian tumbuh sebesar 10,52 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia tidak hanya mencapai kedaulatan pangan domestik tetapi juga mulai memberikan dukungan secara internasional.

Sebagai bukti, Solidaritas kemanusiaan, 10.000 ton beras dikirim ke Palestina. “Tahun ini, Indonesia mencatat produksi beras tertinggi dan harga beras mentah tertinggi dalam sejarah kita.

Kami kini mandiri dalam produksi beras dan telah mulai mengekspor ke negara lain, termasuk menyediakan beras untuk Palestina,” kata Prabowo dalam sidang PBB tahun lalu. Pemerintah kini mengincar hilirisasi pertanian, di mana bahan baku didorong untuk diolah secara domestik, berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 8,6 juta pekerja.Industri peternakan dan perkebunan juga diarahkan untuk berkembang secara merata di luar Jawa agar semua pulau besar Indonesia menjadi mandiri dalam hal pangan dan protein.

Investasi meningkat, dan kemitraan diperkuat untuk memastikan sektor ini tidak lagi didominasi oleh beberapa perusahaan saja. Dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pertanian Indonesia telah mengalami perubahan besar. Pertanian nasional.

Pertanian modern saat ini memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia sekaligus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan pangan global.