Indonesia ajukan SEA Games Plus dengan Australia, Selandia Baru diundang

Indonesia ajukan SEA Games Plus dengan Australia, Selandia Baru diundang

Indonesia ajukan SEA Games Plus dengan Australia, Selandia Baru diundang

Slot online terpercaya – PETALING JAYA: Bayangkan Australia dan Selandia Baru berkompetisi bersama negara-negara terbaik di Asia Tenggara dalam SEA Games Plus untuk menyuntikkan semangat baru ke dalam pesta olahraga regional ini. Pada hari Minggu (28 Desember), Presiden Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengusulkan untuk mengundang Australia, Selandia Baru, Fiji, Bhutan dan beberapa negara Oseania lainnya untuk ikut serta dalam SEA Games Plus, sebuah format baru dalam ajang regional. Rencananya, SEA Games Plus akan diselenggarakan pada tahun 2028 di Filipina, setelah Malaysia menjadi tuan rumah edisi ke-34 tahun depan.

SEA Games Plus ini akan diselenggarakan secara bergantian dengan pesta olahraga regional dua tahunan yang diikuti oleh 11 negara. Menurut Sapta, selain ingin mengakhiri dominasi negara tuan rumah di setiap SEA Games, ia juga ingin agar ajang ini fokus pada cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Oleh karena itu, mengundang negara-negara Oseania baru akan semakin meningkatkan status Olimpiade.

Namun, rencana yang diusulkan tidak berjalan dengan baik di Malaysia. Wakil Presiden Dewan Olimpiade Malaysia etua Organisasi Olahraga Malaysia (OCM), Datuk Nur Azmi Ahmad, mengkritik ide Indonesia untuk mengundang Australia dan Selandia Baru untuk berpartisipasi dalam SEA Games mendatang. Azmi mengatakan Indonesia harus memahami bahwa SEA Games adalah acara regional yang melibatkan negara-negara Asia Tenggara, sehingga tidak relevan untuk mengundang negara-negara di luar kawasan tersebut.

“Secara logika, Anda harus bertanya lagi: apa itu SEA Games? Ini kan pesta olahraga Asia Tenggara, jadi fokusnya harusnya ke negara-negara di kawasan ini,” kata Azmi. Azmi juga mempertanyakan relevansi mengundang Australia dan Selandia Baru jika tujuannya adalah untuk memastikan SEA Games tetap bergengsi dan disejajarkan dengan cabang olahraga Olimpiade.

Faktanya, Federasi Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) telah mengubah piagam mereka pada 4 Mei 2023, untuk mengurangi keikutsertaan cabang olahraga non-tradisional, dan memprioritaskan cabang-cabang olahraga Olimpiade dan Asian Games. Mulai tahun 2025, SEA Games akan fokus pada olahraga Grup Satu (atletik dan renang), Grup Dua (olahraga Olimpiade lainnya), dan mengizinkan maksimal dua olahraga tradisional di Grup Tiga. Tuan rumah masih dapat memasukkan olahraga non-Olimpiade atau tradisional jika setidaknya empat negara setuju.

“Kita sudah memiliki olahraga Olimpiade di SEA Games, dan tuan rumah juga memiliki hak untuk memutuskan olahraga apa lagi yang ingin mereka sertakan berdasarkan kekuatan mereka,” katanya. “Sejauh ini, saya belum mendapat pengarahan tentang hal ini, dan mungkin akan diangkat pada pertemuan OCM berikutnya. Tapi bagi saya, itu tidak relevan.

Indonesia perlu memahami apa yang dimaksud dengan SEA Games,” tambahnya.